Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Untuk mencukupi kebutuhan sehari hari, warga beralih profesi menjadi pencari batu di sepanjang bantaran kali. Foto Agung
Sawah Sudah Terendam, Petani di Pacitan Alih Profesi
Sabtu, 13-01-2018 | 14:51 wib
Oleh : Sujarismanto, Agung Prawoto.
Pacitan pojokpitu.com, Tak mempunyai mata pencaharian akibat hektaran lahan sawah rusak terkena banjir, ratusan warga di Desa Karangrejo beralih profesi menjadi pencari batu. Hal ini terpaksa dilakukan untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.

Salah satunya, Sugito warga Dusun Trobakal Desa Karangrejo ini. Setiap hari hanya bisa berkutat dengan arus deras aliran anak Sungai Grindulu. Bersama sang istri Jamiatun, mengumpulkan material batu untuk dijual kepada para tengkulak.

Sugito mengaku, sejak kehilangan sawah, pekerjaan mencari batu terpaksa dilakukan, guna mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.

"Dalam sehari, bisa mengumpulkan 1 kubik batu kali dengan harga jual Rp 100 ribu rupiah, supaya batu yang dikumpulkan dapat menjadi rupiah, saya kerap bersaing dengan para pencari batu kali lainya." Jelas Sugito.

Tiap kali turun hujan deras, hektaran lahan pertanian milik warga berubah menjadi aliran sungai. Puluhan rumah warga di Desa Karangrejo juga hancur akibat dampak luapan sungai ini.

Pembangunan Waduk Tukul di Desa Karanggedhe dituding menjadi pemicu bencana tersebut. Proyek yang menelan anggaran milyaran rupiah ini, menimbulkan sedimentasi pada aliran sungai, hingga bencana banjir kerap terjadi. (pul)

Berita Terkait


Dampak Banjir Batu, Jalan Penghubung 2 Desa Sulit Diakses

Alur Sungai Tersumbat Kontruksi Waduk Tukul, 1 Rumah Terendam Banjir

Banjir Pacitan Parah, Sawah Siap Panen Hancur Berantakan

Banjir, Kerusakan Tebing Sungai Makin Parah

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber