Berita Terbaru :
86 Santri Gontor Kampus 2 Dinyatakan Sembuh dari Covid 19
Dua Ratusan ASN Terlambat Masuk Kerja, Diberi Sanksi Khusus Oleh Bupati
Sejumlah Peserta Test Protes Pelantikan Perangkat Desa
Pastikan Beras BPNT Layak Konsumsi Sebelum Didistribusikan
Tambahan 9, Total 120 Pasien Covid-19 Sembuh
Dijemput Mobil, Anak-Anak Belajar di Kantor Kecamatan
Ribuan Santri Dan Buruh Demo Tolak RUU HIP
Dilaporkan Warga, Polusi PT Berdikari Jaya Bersama (BJB) Ternyata Hasil 3 Laboratorium Masih Ambang Batas
Seribu Bendera Dikibarkan Serentak Warga Desa Mulyorejo
Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Petani pasuruan ini Sulap Kebunnya Jadi Wisata Petik Apel
Yayasan Harfin Gosari gelar Shalat Idul Adha dan Bagikan 5 Ton Daging Kurban
Atlet Paralayang Terbang di Atas Gunung Blego
Jumlah Pekerja Positif Covid Pabrik Salem Terus Meningkat
   

Butuh 3 Tahun Pemulihan Infrastruktur Akibat Bencana Pacitan
Politik  Sabtu, 13-01-2018 | 07:20 wib
Reporter : Sujarismanto,Edwin Aji
Akibat bencana alam di pacitan, kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan menimbulkan kerugian senilai Rp 233 milyar. Foto Edwin
Pacitan pojokpitu.com, Bencana alam tanah longsor dan banjir di Kabupaten Pacitan tahun 2017 menimbulkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Pemulihan sarana prasarana penunjang akses ekonomi, pendidikan, kesehatan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 tahun.

Menurut Indartato, Bupati Pacitan, bencana dahsyat 28 November 2017 itu menimbulkan kerusakan dan kerugian mencapai angka Rp 1 triliyun lebih. Kerugian terbesar terjadi pada perumahan warga yang ditaksir mencapai angka Rp 491 milyar, dengan rincian 6.603 rumah rusak.

Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan menimbulkan kerugian senilai Rp 233 milyar. Kerugian sebesar itu merujuk pada kerusakan 21 jembatan, 4 unit jalan nasional, 16 unit jalan provinsi, 55 unit jalan kabupaten, dan 55 unit jalan kabupaten. Jumlah kerugian infrastruktur ini belum termasuk kerusakan jaringan listrik, irigasi saluran pertanian, jaringan air pdam dan lainya yang berada dikisaran Rp 66 milyar.

"Pemulihan infrastruktur pasca bencana banjir dan longsor membutuhkan waktu tak singkat. Ketersediaan anggaran yang dimiliki APBD Kabupaten Pacitan sangat terbatas, sehingga pemerintah mencari alternatif lain dengan meminta dukungan kepada Pemerintah Provinsi Jatim," kata Indartato.

Pemulihan infrastruktur sepantasanya mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Keberadaan sarana prasarana dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. (pul)

Berita Terkait

Masih Minim, DPRD Pacitan Usulkan Tambah Dana Bencana

APBD 2018, Anggaran Bantuan Kebencanan Sebesar Rp 600 Juta

Butuh 3 Tahun Pemulihan Infrastruktur Akibat Bencana Pacitan

Pesilat Madiun Galang Dana untuk Bencana Pacitan
Berita Terpopuler
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Peristiwa  3 jam

Nadim Perbolehkan Dana BOS Untuk Beli Kuota Internet
Pendidikan  5 jam

Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Konsultasi Psikologi  2 jam

Dijemput Mobil, Anak-Anak Belajar di Kantor Kecamatan
Peristiwa  1 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber