Berita Terbaru :
Presiden Beri Tanda Jasa dan Kehormatan Kepada 53 Tokoh Terpilih
PKB dan PDIP Akan Koalisi Dalam Pilkada Lamongan 2020
Dolar Loyo, Harga Emas Antam Naik Lagi
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Resiko Penularan Lewat Aerosol, WHO Peringatkan Tunda ke Dokter Gigi
Klaster Rumah Makan, Tiga Karyawan Positif Covid-19
Panas, PDIP Beri Sinyal Ganggu Dominasi Mahfud Arifin di Surabaya
Bursa Transfer: Gelandang Chelsea ke Milan, Juventus Jual Dybala
3 Laptop Terbaru Acer Menarget Konsumen Modern
Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
KASBI Kecam PHK Secara Sepihak Terhadap Karyawan BUMN
Sadas, Handsanitizer Berbahan Alami Tanaman Adas
Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Begini Pembelajaran Tatap Muka di SMKN 6 Surabaya
Jelang Pilbup, Seluruh Ketua Parpol Melakukan Deklarasi Damai
   

Kekerasan Anak dan KDRT Meningkat di Kabupaten Blitar
Peristiwa  Rabu, 10-01-2018 | 19:03 wib
Reporter : Moch.Asrofi
Blitar pojokpitu.com, Ini kabar buruk bagi wanita dan anak-anak yang tinggal di Kabupaten Blitar. Kasus kekerasan terhadap wanita dan anak-anak ternyata terus meningkat di kabupaten itu. Padahal berbagai produk hukum telah dibuat untuk memberikan perlindungan terhadap wanita dan anak-anak.

Berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PPKBP3A) Kabupaten Blitar, sepanjang 2017 terdapat 85 kasus terkait dengan perempuan. Yaitu pelecehan seksual 23 kasus, pencabulan empat kasus, KDRT 20 kasus, trafficking dua kasus, kekerasan terhadap anak 17 kasus, dan anak berhadapan hukum (ABH) 19 kasus.

Angka tersebut meningkat dibanding 2016 sebanyak 83 kasus. Peningkatan cukup besar terjadi pada kasus KDRT sebanyak 20 kasus dari sebelumnya 11 kasus. Juga kekerasan terhadap anak meningkat menjadi 17 kasus dari sebelumnya 11 kasus.

Sri Suhartini, Kabid PPKBP3A Kabupaten Blitar, Rabu (10/1) mengatakan kasus kekerasan terhadap anak dan KDRT terjadi karena berbagai faktor. Di antaranya, karena rendahnya sosial ekonomi, pendidikan, kurangnya waktu orangtua dengan anak karena kesibukan orang tua, serta terpisahnya pasangan suami istri dalam mencari nafkah (menjadi TKI).

Meningkat kasus tersebut, terang dia, juga karena sosialisasi UU Perlindungan Perempuan dan Anak melalui berbagai media. Sehingga para korban berani melapor.  "Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar berbagai kasus kekerasan bisa diminimalisir," tuturnya.

Saat ini, Dinas PPKBP3A Kabupaten Blitar sedang gencar melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan merangkul berbagai pihak. Seperti instansi terkait serta lembaga keagamaan. (end)



Berita Terkait

Kekerasan Anak dan KDRT Meningkat di Kabupaten Blitar
Berita Terpopuler
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  1 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  13 jam

Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Konsultasi Psikologi  9 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  6 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber