Berita Terbaru :
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Kenaikan Cukai Rokok Dikuatirkan Bisa Mematikan UMKM
Ekonomi Dan Bisnis  Senin, 08-01-2018 | 20:50 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Rencana pemerintah yang akan menaikan cukai rokok dikuatirkan akan membebani masyarakat. Ini karena jumlah konsumen di Indonesia cukup tinggi. Hal ini disampaikan anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Haryo Soekartono.

Menurutnya, kenaikan cukai rokok tidak memberi sumbangsih terhadap kenaikan perekonomian nasional, karena apabila cukai rokok dinaikkan, maka daya beli masyarakat yang akan menurun.

"Kita tahu kalau jumlah konsumen rokok di Indonesia cukup tinggi, yakni sekitar 180 juta warga Indonesia. Otomatis rencana kenaikan cukai rokok sebesar 10,04 persen itu akan merugikan," kata Bambang di Surabaya, Senin (8/1).

Bambang Haryo menilai, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan menjadi korban akibat kenaikan cukai rokok, sebab sekitar 10 persen dari total 56 juta UMKM yang ada di Indonesia adalah penjual rokok. 

"Apabila cukai dinaikkan dapat membuat para UMKM tersebut tidak mampu lagi untuk memasok rokok dan menjualnya karena terlalu mahalnya harga rokok," tuturnya.

Bambang menyebut, berdasarkan data yang ada konsumen rokok telah menyumbang pajak rokok sekitar Rp150 triliun atau sekitar 7 - 8 persen dari total pendapatan negara yang mencapai sekitar Rp 1.800 triliun.

Karena itu, ia mendorong pemerintah dapat memberikan lapangan kerja dan jadi tonggak pertumbuhan ekonomi nasional, dan janganlah membebani masyarakat dengan kebijakan yang membebani.

"Kami berharap pemerintah dapat membuat kebijakan yang rasional dan dapat menyejahterakan masyarakat, karena industri rokok merupakan industri padat karya yang melibatkan jutaan orang dari hulu hingga hilir," jelasnya.(end)
 


Berita Terkait

Dana Cukai Akan Digunakan Bantu Masyarakat Terdampak

Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Tanpa Cukai

Cukai Naik, Perusahaan Rokok Rumahkan Karyawannya

Cukai Rokok Naik Tak Jadi Ancaman PHK Buruh Pabrik Rokok SKT
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  7 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  6 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  5 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  4 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber