Berita Terbaru :
Kyai Tokoh Masjid Ampel Tutup Usia Saat Sholat
Risma : Belum Saatnya Bahas New Normal untuk Kota Surabaya
Pesta Narkoba di Villa Pacet, Dua Sopir Travel Digerebek Petugas BNN Kota Mojokerto
New Normal, Jokowi Kerahkan Aparat Disiplinkan Warga di Keramaian
Warga Giripurno Kembali Jalani Rapid Test, Pasien Reaktif Langsung di-Swab Massal
Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Sepeda Motor Ini Terbakar
Tiga Karyawan Reaktif, Layanan Dispendukcapil Tulungagung Ditutup Sementara
Tak Terima Tanaman Pete Ditimbuni Sampah, Kakak Ipar Bantai Adik Ipar
Polisi Periksa 3 TKW Yang Mudik Dari Taiwan
Dua Balita Asal Lumajang Terkonfimasi Positif Corona
Satu Rumah Roboh, Tiga Rumah Rusak Parah
Banjir Bandang Terjang Pantura
Tekan Penyebaran Covid-19, Warga Dirikan Kampung Tangguh Secara Swadaya
Perpanjangan PSBB Surabaya Raya Mulai Hari Ini Hingga 8 Juni
Hari Terakhir PSBB Tahap 2, Positif Covid 19 Jatim Bertambah 233 Orang
   

Gelar Konser, SEC Kembalikan Surabaya Sebagai Barometer Musik Rock Dunia
Peristiwa  Sabtu, 06-01-2018 | 22:55 wib
Reporter : Endang Pergiwati
Luhur Kayungga (Sekjen DKS), Andi (Ketua SEC), Wisnu (Sekjen SEC) dan R. Darmawan ( Koordinator Komite Bidang Usaha dan Kerjasama Antar Lembaga DKS) di Kantor DKS Balai Pemuda Surabaya
Surabaya pojokpitu.com, Geliat musik rock di Kota Surabaya bukan lagi sekedar even hiburan. Lebih dari itu, aktivitas para musisi rock telah turut memberi warna karakter Kota Surabaya.

Kota Surabaya pernah dikenal sebagai barometer musik rock Indonesia. Ini karena pada masa itu, para musisi mendapat ruang dan kesempatan untuk terus bereksplorasi dalam bidang musik rock. Tentu saja, ini tidak lepas dari peran dan dukungan pemerintah kota pada masa itu.

Salah satu bentuk dukungan itu adalah tersedianya ruang yang memadai untuk menggelar even musik rock, seperti Taman Remaja Surabaya dan Balai Pemuda. Sayangnya, dukungan pemerintah kota Surabaya terhadap aktivitas para musisi rock tidak lagi seperti dulu. Bahkan sejumlah pegiat even musik rock mengeluhkan tidak adanya perhatian dan dukungan pemerintah terhadap perkembangan musik rock di Surabaya. Salah satunya, Surabaya Even Community (SEC) yang kerap menggelar even musik rock ini seringkali harus berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah.

"Dalam tiga tahun terakhir kami sudah menggelar 16 even musik rock. Semua even kami adakan secara swadaya. Tanpa sponsor dari perusahaan besar maupun dukungan pemerintah. Bahkan sejak ada perpustakaan di Balai Pemuda, kami sudah tidak diijinkan menggelar even musik rock di sana," papar Andi selaku Ketua SEC.

Andi menambahkan, pihaknya hanya bisa mengadakan even tersebut di Taman Remaja Surabaya (TRS). Untung saja, di tempat itu, pihaknya mendapat dukungan penuh dari pihak pengelola TRS, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar di sana.

Kendati tidak mendapat dukungan memadai dari pemerintah, pihaknya tetap senantiasa menggelar even musik rock. Tujuannya, mewadahi para musisi rock Surabaya agar dapat terus berkarya, baik para musisi generasi senior maupun musisi pemula. "Surabaya harus kembali menjadi macan musik rock di Indonesia," tegas Andi.

Sementara Wisnu, Sekjen SEC, menambahkan, pihaknya berharap Surabaya tidak hanya menajdi barometer musik rock untuk Indonesia, melainkan di tingkat internasional. "Tielman Brothers merupakan grup musik rock tertua dunia yang berasal dari Indonesia yang mulai berdiri tahun 1947. Di Belanda, mereka dikenal dengan nama Indorock, karena beraliran rock and roll. The Tielman Brothers menjadi perintis musik rock di dunia internasional di tahun 1950an. Band ini cukup terkenal di Eropa, jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stones," papar Wisnu yang juga mantan pemain bass.       

Dengan semangat untuk terus menggelorakan musik rock di Surabaya inilah, SEC berencana mengadakan Surabaya Rock Party pada tanggal 13 dan 14 Januari 2018 di Taman Remaja Surabaya. Istimewanya, pada even yang digelar 2 hari ini, mereka akan menampilkan 44 grup musik rock dari 3 generasi.

Untuk even tersebut, SEC juga menggandeng Dewan Kesenian Surabaya (DKS), sebagai pihak yang menaungi berbagai aktivitas kesenian masyarakat Kota Surabaya.

"Surabaya Rock Party ini adalah bentuk dedikasi para pegiat musik rock terhadap eksistensi musik rock itu sendiri di tengah kota Surabaya. Dedikasi ini yang telah dibuktikan melalui gerakan nyata SEC, seharusnya juga menjadi perhatian pemerintah kota. Artinya, pemerintah harusnya bisa mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap aktivitas mereka," tutur Luhur Kayungga, Sekjen DKS.

Senada dengan itu, R. Darmawan, Koordinator Komite Bidang Usaha dan Kerjasama Antar Lembaga DKS, menanggapi, even musik rock ini seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah bahwa musik rock telah menjadi bagian dari aktivitas kesenian kaum muda Kota Surabaya. "Sudah seharusnya pemerintah memberikan dukungan, tidak malah mempersulit perijinan dan prosedural pagelaran musik rock yang akan digelar di Surabaya," lanjutnya.(end)



Berita Terkait

Gelar Konser, SEC Kembalikan Surabaya Sebagai Barometer Musik Rock Dunia
Berita Terpopuler
Banjir Bandang Terjang Pantura
Peristiwa  4 jam

Cegah Pemudik, Warga Pasang Portal Pocong dan Keranda Mayat di Pintu Masuk Kampu...selanjutnya
Covid-19  6 jam

Polisi Amankan Balon Udara Yang Nyaris Bakar Rumah Warga
Peristiwa  5 jam

Satu Rumah Roboh, Tiga Rumah Rusak Parah
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber