Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Opini 

Indonesia Waspada Difteri!
Sabtu, 06-01-2018 | 18:20
Oleh : Zaim Tsaqif Qisthi Haidi. Mahasiswa Fakultas Kedok
pojokpitu.com, Akhir-akhir ini Kementrian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri yang menyerang 95 kabupaten/kota di 20 Provinsi. Pada penghujung akhir tahun 2017 ini tertanggal 11 Desember 2017, kasus difteri telah menyentuh angka 593 kejadian dan 32 orang berujung meninggal dunia. (Sumber: Liputan6)

Difteri adalah penyakit pada selaput lendir hidung dan tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae. Ketika terjangkit infeksi dari bakteri tersebut maka akan timbul gejala difteri seperti demam dan menggigil, suara serak, sulit untuk bernapas, kelenjar getah bening membesar, sakit tenggorokan, dan terasa nyeri saat menelan. Penyakit ini dikategorikan penyakit yang sangat berpotensi untuk menular, penularan melalui droplet saat bersin, batuk, barang-barang yang disentuh, pakaian, dan kulit yang terbuka (luka). Difteri menyebar lewat udara, terlebih saat terdapat orang yang sedang batuk atau bersin. Selain itu, penyakit difteri mudah menyerang seseorang karena tidak diimunisasi, berdasarkan data setahun terakhir, 60 persen pasien yang terkena difteri ternyata tidak pernah diimunisasi. Banyaknya orangtua yang menyepelekan pentingnya pemberian vaksin lengkap untuk bayi sehingga dapat berpotensi meningkatkan penyakit-penyakit menular ini muncul dan menyerang.

Islam sangat menganjurkan aspek pencegahan terhadap penyakit. Karena biaya yang dikeluarkan untuk aspek pencegahan akan jauh lebih murah dibandingkan pengobatan. Dalam kajian hukum Islam, menghindarkan diri dari penyakit yang berbahaya seperti Difteri merupakan hajah (kebutuhan), meskipun untuk pencegahannya menggunakan vaksin yang dalam prosesnya maupun kandungannya memanfaatkan zat yang dinilai najis. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqiyah yang berbunyi "Kebutuhan itu menduduki tempat darurat."

Salah satu cara pencegahan difteri adalah dengan melakukan imunisasi. Vaksin difteri yang sudah dibuat sejak tahun 1920-an membantu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali toksin. Imunisasi berupa vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) dilaksanakan pada bayi dibawah 1 tahun sebanyak 3 kali, bayi berumur 18 bulan sebanyak sekali, dan anak SD sebanyak 1 kali. Selain dengan melakukan imunisasi, dapat dilakukan pencegahan melalui memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan.

Untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, perlunya kesadaran dari masing-masing individu dan masyarakat setempat untuk selalu memantau dan menjaga lingkungan masing-masing agar terjauhkan dari segala macam virus maupun bakteri yang dapat berkembang pada lingkungan yang kotor. Untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya hal tersebut, maka perlu diadakannya penambahan wawasan kepada masyakarat tentang kiat-kiat menjaga kebersihan, karena kebersihan diri dan lingkungan sekitar itulah yang mencerminkan kualitas kesehatan seseorang.

Selain itu, terpenuhinya sarana prasarana dalam mendukung kebersihan dari lingkungan juga amat diperlukan. Disini peran pemerintah sangat dibutuhkan demi terciptanya kebersihan dalam setiap sektor kehidupan. Pemerintah juga dapat meningkatkan derajat kesehatan dengan mengeluarkan aturan-aturan tegas yang mengatur mengenai dasar-dasar pemeliharaan kesehatan dan menindak dengan tegas bagi siapapun yang melakukan suatu kegiatan yang bersifat merusak lingkungan. Dalam hal ini, peran masyarakat juga tidak kalah penting dalam mengatasi penularan difteri, masyarakat dituntut ikut berperan aktif  membantu seluruh instansi kesehatan dalam upaya deteksi dini terhadap kemungkinan adanya penyakit difteri di masing-masing daerah dengan segera melaporkan kepada instansi kesehatan mulai dari Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Poskesdes (Pos Kesehatan Desa), dan Pustu (Puskesmas Pembantu) jika mengetahui adanya kasus penyakit difteri disekitar lingkungan.

Untuk mendukung terselenggaranya kebersihan diri dan lingkungan, perlu diciptakan individu yang memiliki kepribadian cinta akan kebersihan. Tetapi, untuk membentuk suatu kepribadian tersebut, tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu penanaman mindset sejak kecil oleh orang tua dan pentingnya pengaruh lingkungan sekitar sebagai contoh konkret mengenai pentingnya kebersihan dalam menjamin kualitas kesehatan. Hal-hal yang dapat dilakukan ialah dengan membiasakan anak untuk membantu orang tua dalam membersihkan ruang tamu, kamar, dan lingkungan rumah. Lebih-lebih dalam ruang lingkup yang lebih kecil, yaitu dengan membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Kegiatan ini dapat menghilangkan kuman dan bakteri yang terdapat pada tangan kita saat kita melakukan aktivitas.

Dengan membiasakan seorang anak dalam menjaga kebersihan, diharapkan nantinya anak akan terbiasa hidup dalam kondisi lingkungan yang bersih sehingga akan mempengaruhi kebersihan lingkungan sekitar. Apabila kiat-kiat ini dilakukan oleh seluruh warga Indonesia maka tentunya akan meningkatkan kualitas kesehatan dari setiap individu di negara ini pada masa yang akan datang. Meningkatnya kualitas kesehatan akan berdampak baik bagi masyarakat sehingga masyarakat tidak akan mudah terserang penyakit, akan tumbuh sehat dan cerdas, dan produktivitas kerja akan meningkat. Dampak baik juga akan dialami Pemerintah berupa biaya yang tadinya dialokasikan untuk menanggulangi masalah-masalah kesehatan dapat dialihkan untuk pengembangan lingkungan yang sehat dan penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang merata, bermutu, dan terjangkau.

Jadi, kesehatan merupakan aspek penting dalam menentukan tingkat kecerdasan dan produktivitas warga negara, tingkat produktivitas juga menentukan tingkat kemakmuran warga negara sehingga hal tersebut tidak dapat disepelekan, apalagi dengan adanya kejadian luar biasa yang tentunya memperburuk kondisi kesehatan dari setiap daerah di Indonesia ini. Maka dari itu, kita sebagai warga negara yang cerdas harus peduli akan kesehatan disekitar kita, demi terwujudnya visi dan misi pemerintah dalam menciptakan Indonesia Sehat 2025. Ulurkan Tangan, Selamatkan Jiwa!

Berita Terkait


Satu Pasien Diduga Suspect Difteri Dipulangkan

Dua Pasien Situbondo Suspcet Difteri di Bulan Januari

Indonesia Waspada Difteri!

6 Warga Bangkalan Terkena Difteri dan Suspeck Difteri


Dinkes Deteksi Lima Temuan Kasus Difteri di Tulungagung

Dinkes Magetan Pastikan Bebas Penderita Difteri

12 Warga Tuban Terindikasi Terjangkit Difteri

Siswa SD Ini Meringis Ketika Imunisasi Difteri
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Koneksi Gagal Mas query= insert into deteksi_terpopuler (urut,tgl,jam,key_urut_berita,judul_berita,ip,jumlah_baca,perangkat) values ('2665817','2018-01-19','08:54:51','57592','Indonesia Waspada Difteri!','54.91.16.95','1','desktop')