Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Opini 

Masih Ada Mobilisasi Massa Pilkada di Madura
Jum'at, 05-01-2018 | 09:57
Oleh : Surokim, Dekan Universitas Trunojoyo Madura
Bangkalan pojokpitu.com, Fenomena mobilisasi massa masih akan mewarnai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di wilayah Madura. Fenomena ditunggangi peran patron politik Madura.

Demokrasi Pilkada Jatim bisa dibilang strategis. Sebab pulau Madura dalam pelaksanaannya memiliki tokoh patron yang memiliki modal lengkap dan bisa memobilisasi massa.

Tokoh patron ini terdiri dari kyai, kepala desa dan tokoh masyarakat. Ketiga tokoh ini bisa diandalkan dalam mengumpulkan suara level di tingkat bawah, sehingga sangat rentan terjadinya mobilisasi. Apalagi Kepala desa sebagai figur pemimpin memiliki kuasa dalam peta politik, juga kepatuhan struktural dengan atasan di pemerintahan.

Pemilih tradisional masih banyak mendominasi di Pulau Madura. Sedangkan pemilih rasional dalam menentukan figur belum berkembang khususnya di daerah pedesaan. Hal ini diakibatkan tingkat perekonomian, pendidikan masih rendah dan ketergantungan pada tokoh yang relatif tinggi. Secara kultur masyarakat Madura tergolong masyarakat yang suka berkelompok sehingga sangat mudah untuk di prokovasi mengenai hak suaranya.

Surokim menambahkan jika ingin pemilu meningkatkan kualitas dan demokratis maka pemilih harus cerdas, independen dan lebih melihat gagasan. Perlu edukasi dan literasi politik terus menerus agar SDM dan pendidikan politik di Madura, hingga semakin meningkat dari waktu ke waktu dengan tidak mengandalkan ikatan-ikatan dan identitas tradisional. 

Untuk menciptakan demokrasi yang bagus, maka para patron tersebut harunya mempunyai kewajiban moral dan juga etis untuk mencerdaskan pemilih dengan mendorong pemilih menjadi lebih rasional dan objektif. Selain itu juga perlu adanya peningkatan kapasitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pengawas Pemilu (Panwaslu) di pulau Madura untuk pencegahan pelanggaran Pilkada Jatim melalui berbagai edukasi politik dan juga penegakan hukum pelanggaran Pemilukada. Dengan diadakanya Pilkada 2018 secara serentak, Pilkada wilayah Madura sangat membutuhkan pengawalan serius untuk meminimalisir pelanggaran-pelanggaran yang sering terjadi. (pul)

Berita Terkait


Masih Ada Mobilisasi Massa Pilkada di Madura

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber