Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sosok 

Inilah Kisah Keluarga Penambang Belerang Membangun Homestay Dengan Modal Rp 3 Juta
Rabu, 13-12-2017 | 14:24 wib
Oleh : Muhammad Iqbal dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Di Banyuwangi, ada satu keluarga berprofesi sebagai penambang belerang yang sukses membangun homestay dengan iuran dari penghasilan belerang.

Dengan dana awal Rp 3 juta, berhasil membangun homestay dari hasil desain sendiri dengan memanfaatkan bahan dari lahan kebunnya. Dengan hasil keringat satu keluarga ini, kini mempunyai sepuluh kamar homestay bernuansa rumah adat osing dengan nuansa pedesaan.

Keluarga tersebut Ahmad Efendy, (35), berprofesi sebagai penambang batu belerang yang nekat membuat homestay bersama keluarganya dengan nama ijen miner family homestay.

Sebelum membangun homestay, Ahmad Efendy bermusyawarah dengan keluarganya. Diantaranya Sugiyono (57), ayah Efendy, Sugiyono (35) kakak Efendy, dan Miskadi, (32), adik ipar Efendy. Mereka semua berprofesi sebagai penambang belerang di gunung ijen.

Dengan modal awal tiga juta rupiah, pelan-pelan keluarga itu membangun homestay yang berada di belakang rumahnya, di Dusun Kebun Dadap, Desa Taman Sari, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Sepulang mencari belerang, langsung mengerjakan pembangunan homestay yang dikerjakan dengan desain sendiri dan memanfaatkan pohon kopi yang ada di kebunnya untk bahan pembangunan. Efendy dan keluarganya menyisakan uang hasil penjualan belerang sebesar lima puluh ribu untuk membeli bahan, seperti pasir, semen, batu dan lain-lain.

Setelah setahun pembangunan, akhirnya homestay ini selesai dengan hasil bentuk unik homestay ala pedesaan warga setempat dengan menyediakan sepuluh kamar.

"Cukup membayar seratus enam puluh lima ribu rupiah, pengunjung bisa menikmati fasilitas tempat tidur, kipas angin dan lemari baju, ia juga memberikan fasilitas wifi dan kursi santai bagi para wisatawan yang ingin menginap." kata Efendy

Pengunjung yang menginap kebanyakan kebanyakan wisatawan mancanegara yang ingin ke puncak ijen, diantaranya Jerman, Italia, Perancis, dan Monako.

Menurut M.Y. Bramuda, Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, inilah yang terus didorong jadi ikon pariwisita daerah, berbasis masyarakat. Pemkab banyuwangi mudahkan warganya, membuka usaha baru sediakan rumah singgah,homestay bagi wisatawan yang hendak mendaki gunung ijen.

Kenunikan homestay khas desa setempat, terletak pada bentuk bangunan dan berbagai property didalamnya. Bentuknya khas semi joglo bernuansa pedesaan. Dinding penuh terbuat dari kayu, dilapisi ragam ukiran selimpet, sebagai petanda rumah anti maling. "Karena keunikan inilah, homestay ini kerap jadi jujukan para wisatawan yang hendak mendaki gunung ijen," kata M.Y. Bramuda.

Di ijen saat ini telah tersedia 200 lebih rumah singgah homestay khusus para wisatawan dengan bentuk khas pedesaan.

Dengan target seribu homestay, sejalan dengan program sejuta homestay yang dicanangkan Kementrian Pariwisata RI. Untuk pengembangan ke depan, Dinas Pariwisata Banyuwangi, telah bekerjasama berbagai elemen, kembangkan pariwisata berbasis masyarakat, agar warga bisa merintis usaha homestay khusus wisatawan yang berkunjung di Kota Ujung Timur Pulau Jawa ini. (pul)

Berita Terkait


Inilah Kisah Keluarga Penambang Belerang Membangun Homestay Dengan Modal Rp 3 Juta

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Koneksi Gagal Mas query= insert into deteksi_terpopuler (urut,tgl,jam,key_urut_berita,judul_berita,ip,jumlah_baca,perangkat) values ('4718459','2018-04-22','10:04:52','56513','Inilah Kisah Keluarga Penambang Belerang Membangun Homestay Dengan Modal Rp 3 Juta ','54.196.47.145','1','desktop')