Berita Terbaru :
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
Antisipasi Banjir dan Jalan Rusak Pj Bupati Sidoarjo Sidak Pengerjaan Jalan
Libur Panjang, Stasiun Bojonegoro Tambah Dua Kereta Api
Anggaran Perbaikan Jalan di Ngawi Turun Drastis
Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Perdana, Risma Kampanye Bersama Eri Cahyadi Sapa Warga Bulak
   

Sukes Berat Badan Turun 30 Kg, Yunita Kini Lebih Aktif
Kesehatan  Selasa, 12-12-2017 | 13:18 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Berita Video : Sukes Berat Badan Turun 30 Kg, Yunita Kini Lebih Aktif
Sidoarjo pojokpitu.com, Setelah menjalani berbagai terapi, remaja asal Sidoarjo yang obesitas kini berat badan nya turun hingga 30 kilogram. Kini jarang mengalami keluhan, akfititas semakin bertambah.

Yunita Maulidya remaja asal  Desa Grinting Sidoarjo  sudah berusia 17 tahun, berat badannya semakin turun drastis setelah menjalani serangkaian terapi. Mulai rehabilitasi median dan juga fisioterapis beberapa bulan di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya.
 
Berbagai cara dilakukan orang tua untuk merubah pola pikir Yunita yang sebelumnya malas untuk bergerak dan berorientasi pada makanan. Kini dia harus berubah dengan pola bermain yang banyak mengeluarkan keringat. Alhasil, di bandingkan akhir tahun lalu yang berat tubuhnya mencapai 129 kilogram, kini turun menjadi 94 kilogram.
 
Anak pasangan Umiyatun dan Padi tersebut, kini geraknya semakin lincah dan jarang mengeluh. Beberapa gerakan reflek dan juga gerakan membungkuk yang sebelum nya sangat sulit dilakukan, kini dengan mudah dilakukan.
 
Menurut Umiyatun  orang tua Yunita, meski demikian beberapa pantagan seperti makanan yang mengandung kadar gula tinggi  dan jajanan ringan sangat dibatasi . Selain itu porsi makanan pokok sehari hari juga dikontrol.
 
Meski berat badan sudah turun drastis , yunita tetap wajib kontrol ke dokter agar daya tahan tubuh tidak lemah dan tak sampai gangguan orfan tubuh lain akibat diet.
 
Yunita lebih beruntung daripada pasien obesitas lain dengan berat badan 310 asal karang Jawa Barat, yang berakhir meninggal dunia karena program diet tidak berhasil. (pul)

Berita Terkait

Obesitas Perburuk Infeksi Covid-19, Ikuti 3 Cara Jaga Berat Badan

Masih Menjadi Ancaman, 1 Dari 4 Orang Indonesia Obesitas

Berita Duka, Yunita Gadis Obesitas Akhirnya Meninggal Dunia

Gawat, Gadis Obesitas Kembali Dirawat di RSUD Sidoarjo
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  6 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  4 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  4 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  17 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber