Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Politik 

Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel, Umat Kristen Pun Tak Rela
Kamis, 07-12-2017 | 14:37
Oleh :
pojokpitu.com, Sejak masih jadi wacana, keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sudah menuai banyak kritik dan kecaman. Protes pertama jelas datang dari otoritas Palestina. Selanjutnya, Jordania ikut mengecam.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pun ikut memperingatkan sang penguasa Gedung Putih tersebut. Tapi, ayah Ivanka itu bergeming. Dia akhirnya benar-benar merealisasikan janji kampanye kepada para pendukungnya dan Israel tersebut kemarin, Rabu (6/12).

Kemarin sejumlah besar pemimpin dunia ikut angkat bicara. Mulai Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May, pemerintah Tiongkok, Kremlin (Rusia), sampai Paus Fransiskus.

Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam juga tak tinggal diam. Mereka berusaha mencegah deklarasi Trump. Sebab, harga yang harus dibayar dunia untuk pelunasan janji kampanye mantan host The Apprentice itu terlalu mahal.

"Dia mendeklarasikan perang terhadap 1,5 miliar muslim dan ratusan juta umat Kristen yang tidak akan pernah rela situs-situs religius itu berada di bawah hegemoni Israel," ungkap Manuel Hassassian, kepala perwakilan Palestina untuk Inggris.

Mantan PM Palestina Ismail Haniyeh menggagas unjuk rasa selepas salat Jumat untuk mereaksi kebijakan Trump tersebut. Bagi Palestina, deklarasi Trump adalah kiss of death bagi proses damai Israel-Palestina.

Dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, otomatis AS berpihak pada negara yang dipimpin PM Benjamin Netanyahu itu. Maka, posisi AS sebagai jembatan dalam perundingan damai gugur.

Sebab, AS berat sebelah. Oleh karena itu, Paus pun menyarankan AS membiarkan status quo Yerusalem. Tujuannya, proses damai bisa berlanjut dan menghasilkan kesepakatan permanen.

Tidak hanya memantik kecaman dari berbagai penjuru dunia, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel juga membuat pemerintahan Trump terbelah.

Seorang sumber di Gedung Putih menyatakan kepada Reuters bahwa Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan Menteri Pertahanan Jim Mattis tidak mendukung kebijakan tersebut. (hep/c6/ttg/jpnn/pul)

Berita Terkait


Buku IPS Kelas 6 SD Tertulis Ibukota Israel Adalah Yerusalem

Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel, Umat Kristen Pun Tak Rela

Presiden Joko Widodo Kecam Amerika Serikat Menjadikan Yaresallem Ibukota Israel

Ibu Hamil dan Putrinya Tewas Dihajar Bom Israel


Temui Presiden Israel, Pengurus MUI Mesti Disanksi

Aturan Sesat, Israel Bekukan Izin Ramadan di Palestina

Israel Buat Bir Jaman Yesus

Temui Media dari Indonesia, PM Israel Putarkan Film
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Koneksi Gagal Mas query= insert into deteksi_terpopuler (urut,tgl,jam,key_urut_berita,judul_berita,ip,jumlah_baca,perangkat) values ('1699465','2017-12-12','19:21:38','56270','Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel, Umat Kristen Pun Tak Rela','54.227.126.69','1','desktop')