Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Opini 

Mendamba Integrasi Transportasi Ala Tiongkok dan Malaysia
Rabu, 06-12-2017 | 13:33
Oleh : Arif Djunaidi
Kuala Lumpur pojokpitu.com, Transportasi menjadi salah satu poin penilaian penting, apakah sebuah kota atau negara itu nyaman dikunjungi. Itulah yang dirasakan penulis saat menyambangi 3 kota di 2 negara dalam waktu 8 hari ini.

Tergiur dengan sewa murah sepeda angin di Kota Taiyuan, bus nyaman di Kota Hangzhou dan angkutan terintegrasi di Kuala Lumpur. Kapan ya Surabaya bisa mewujudkan itu semua ?

Kota pertama yang membuat wajah tersenyum sumringah saat mencoba alat transportasi umum adalah Kota Taiyuan, Provinsi Shanxi, Tiongkok. Keberadaan transportasi umum di dalam kota ini sebenarnya tak jauh beda dengan Kota Surabaya.

Tapi dari segi penampilan, armada busnya mirip bus Trans Jakarta, lebih besar  dibanding bus kota Damri yang beroperasi di Surabaya. Wajar mengingat jalan-jalan di kota ini sangat lengang dari lalu lintas kendaraan bermotor. Padahal, infrastruktur jalannya lebar-lebar menyerupai Jl. Ahmad Yani Surabaya plus frontage timur dan baratnya.

Kok sepi dan tidak macet seperti di Kota Pahlawan? Usut punya usut, ternyata masyarakat di kota yang terletak di ketinggian 800 meter di atas permukaan air laut itu lebih senang menggunakan sepeda angin atau berjalan kaki. Luar biasanya, pemerintah setempat mendukung dengan menyediakan persewaan sepeda angin dengan tarif murah meriah. Bayangkan saja, perusahaan persewaan sepeda di wilayah Tiongkok Utara itu bahkan berani memberikan layanan gratis pemakaian untuk 10 menit pertama. Sementara, tarif standar pemakaian per 10 menit selanjutnya hanya 2-3 remimbi (yuan) atau sekitar Rp 4 ribu-6 ribu.

Walhasil, tak hanya membuat lalu lintas bebas macet, kesehatan penduduk tampaknya terjaga karena secara otomatis mereka berolahraga tiap hari. Gowes ini juga menjadi kebutuhan warga untuk melawan hawa dingin yang berada di bawah 0 dearajat celcius.

Beralih ke Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Kota terkaya nomor empat di negeri Tirai Bambu itu meski arus lalu lintasnya lebih padat, tapi masyarakat dan pengunjung tetap bisa menikmakti perjalanan yang nyaman. Sebab, selain kondisi moda transportasinya nyaman, jalan lebar-lebar dan bertumpuk-tumpuk yang diatur sesuai jurusan tujuan.

Tak heran, jika di Kota Hangzhou, masyarakat setempat dan wisatawannya lebih condong menggunakan moda transportasi umum seperti bus trans yang memuat banyak penumpang daripada kendaraan pribadi.

Tarifnya juga relatif murah, rata-rata hanya 2 remimbi (yuan) atau sekitar Rp 4 ribu.  Jadwal dan jurusan bus juga sudah terpampang jelas di setiap halte pemberhentiannya, sehingga memudahkan warga asing dalam memilih moda transportasi umum.

Sebagai salah satu kota terindah - bahkan disebut sebagai Bali-nya Tiongkok- Kota Hangzhou memang harus memperhatikan betul pelayanan transportasi umumnya. Pasalnya, selain menjadi jujugan wisatawan, kota yang terletak di antara Shanghai dan Ningbo itu juga menjadi tujuan mahasiswa Internasional untuk kuliah.

Lanjut ke Kuala Lumpur (KL), Malaysia, pengunjung bakal mendapat durian runtuh. Bagaimana tidak? Kita bisa keliling gratis dengan bus GO KL. Fasilitas ini disediakan oleh pemerintah Malaysia sejak tahun 2012 dan rutenya terus bertambah tiap tahunnya.

GO KL dikelola oleh Suruhanjaya Pengangkutan Awam Darat (SPAD) atau dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Land Public Transport Commission. Terdapat empat laluan yang dilewati oleh bus ini, di mana masing-masing laluan ditandai dengan warna tertentu (merah, biru, hijau dan ungu) untuk memudahkan penumpang bus. Tapi harus diingat bahwa warna laluan hanyalah tanda bantu di peta bus, sedangkan warna bus yang beroperasi semuanya sama yaitu merah muda alias pink. Penumpang dapat mengetahui jalur bus degan memperhatikan layar yang dipasang di atas kaca bus.

Seperti tagline yang diusung "saves money, convenient, and eco-friendly", bus ini memang disediakan secara percuma. Tidak hanya untuk warga Malaysia saja, fasilitas ini juga bisa dinikmati oleh wisatawan asing yang ingin menghemat ongkos traveling. Selain gratis, bus juga menyediakan satu hal yang tidak bisa ditinggalkan di era digital, wifi gratis (dan tanpa password).

Mencari halte GO KL pun sangatlah mudah. GO KL melayani rute dan tujuan-tujuan di area pusat kota (downtown), pusat bisnis (CBD), dan landmark menarik di dalam kota. GO KL beroperasi mulai pukul 6 pagi hingga 11 malam pada jam kerja, sedangkan pada akhir pekan bus baru beroperasi mulai pukul 7 pagi. Jeda waktu menunggu sekitar 5-10 menit pada jam sibuk dan 10-15 menit sekali pada jam biasa.

Bagaimana dengan di Kota Surabaya? Rencana pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) berupa trem saja sampai sekarang belum juga terealisasi. Pemerintah Kota Surabaya merasa kelabakan setelah pemerintah pusat membatalkan rencana pendanaan investasi MRT yang dibebankan pada APBN hingga mencapai Rp 2,7 triliun.

Jika hambatan klasik seperti ini masih menjadi kendala, sampai kapan warga dan pengunjung Surabaya terpaksa harus menikmati transportasi umum yang tak nyaman dan semrawut? Belum lagi rancangan transportasi terintegrasi yang juga masih menjadi mimpi belaka. Semoga Pemerintah Kota Surabaya segera bangun dari tidur nya, agar mimpi itu bisa segera diwujudkan.(rif)

Berita Terkait


Mendamba Integrasi Transportasi Ala Tiongkok dan Malaysia

Mahasiswa Asing di Tiongkok Terpesona Keindahan Hangzhou

Kantin Halal di Asrama Juga Sangat Nyaman

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Koneksi Gagal Mas query= insert into deteksi_terpopuler (urut,tgl,jam,key_urut_berita,judul_berita,ip,jumlah_baca,perangkat) values ('1699345','2017-12-12','19:13:20','56221','Mendamba Integrasi Transportasi Ala Tiongkok dan Malaysia','54.227.126.69','1','desktop')