Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Pagelaran budaya yang disimbolkan dengan memandikan dan penyembelih kerbau raksasa, untuk mengedukasi warga mencintai lingkungan dan mengajak menjaga persatuan bangsa. Foto Herpin
Upacara Kebo Ketan, Edukasi Warga Agar Cinta Terhadap Alam
Senin, 04-12-2017 | 12:46
Oleh : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Ratusan seniman menunjukkan aksi kreatifnya dalam upacara kebo ketan di Kabupaten Ngawi.

Lalu sebuah boneka jerami itu dibakar di kawasan mata air sendang Margo Desa Sekar Putih Kecamatan Widodaren Ngawi. Pembakaran boneka ini, bentuk perlawanan para seniman  terhadap penebangan hutan liar. Selanjutnya, sebuah patung kerbau raksasa diarak dan dimandikan di sendang margo, salah satu mata air yang nyaris mati. Mata air ini terdampak penebangan hutan liar pada awal reformasi lalu. 

Nasib mata air ini, menjadi keprihatinan Bramantyo Prijo Susilo, seniman Ngawi, yang kemudian melahirkan seni kejadian pernikahan jin dan manusia.  Kejadian heboh , itu kemudian melahirkan upacara  kebo ketan, yang nantinya akan mengajak semua pihak, menyelamatkan sungai Bengawan Solo, yang telah tercemar.

Patung kerbau raksasa, menjadi simbol perjuangan para seniman, untuk melakukan edukasi kepada masyarakat. Kerbau binatang yang akrab, dengan akar budaya masyarakat mataraman, yang juga dipengaruhi corak  kebudayaan jawa 

Pada puncak acara patung kerbau dibawa ke tengah lapangan desa sekar putih, untuk disembelih. Pagelaran kesenian di lapangan ini, temanya  berubah dari lingkungan menjadi sosial. Kolaborasi budaya nusantara , begitu kental dalam setiap pertunjukan, dengan tujuan  mengajak warga menjaga persatuan bangsa.  Seni kejadian berdampak itu banyak menyita perhatian warga dan wisatawan yang sudah dua hari mengikuti jalannya prosesi upacara kebo ketan. Usai penyembelihan kerbau, masyarakat diajak makan ketan bersama-sama, sebagai simbol ketahanan pangan. 

Langkah seniman Ngawi ini, di apresiasi Kementrian Polhukam, karena mengedukasi warga menjaga keutuhan  NKRI

Menurut Brigjen TNI Purnomo Sidi, Staf Menkopolhukam, seni kejadian berdampak ini, bukanlah suatu pagelaran  belaka. Melainkan sebuah  gerakan sosial,  yang mengajak masyarakat bertingkah laku positif. 

Pagelaran budaya ini, sebagai bentuk kritik 873 seniman terhadap mata air yang nyaris mati dan pencemaran sungai Bengawan Solo.  Komunitas seniman, juga mengirimkan surat kepada 17 pemerintah kabupaten atau kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah, untuk mengurangi  pencemaran sungai Bengawan Solo. (pul)




Berita Terkait


Upacara Kebo Ketan, Edukasi Warga Agar Cinta Terhadap Alam

Cinta Alam, Seniman Dukung Upacara Kebo Ketan

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber