Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Life Style 

BWCF Gali Kembali Budaya Klasik untuk Warisan Generasi Mendatang
Selasa, 28-11-2017 | 20:38
Oleh : Endang Pergiwati
Magelang pojokpitu.com, Kekayaan Indonesia dwngan nilai budaya yang luhur nyaris dilupakan orang di era teknologi digital ini. Padahal kekayaan budaya ini adalah salah satu kekuatan yang dapat meningkatkan martabat bangsa Indonesia di mata dunia internasional. Ini dikatakan Imam Muhtarom, salah satu anggota Tim Kurator Borobudur Writer and Cultural Festival 2017 yang mengangkat tema Gandawyuha , Pencarian Religiusitas dan Agama Agama Nusantara.

Perhelatan BWCF yang digelar selama 3 hari, mulai tanggal 23 hingga 25 November 2017 di Yogyakarta dan Magelang ini melibatkan 250 peserta dari kalangan penulis, pegiat budaya, seniman, dan peneliti budaya dari seluruh nusantara.

Lebih lanjut, Imam yang juga berprofesi sebagai dosen  di Jakarta ini mengatakan, Samana Foundation memang berkomitmen untuk mengangkat budaya klasik nusantara sebagai tema dalam kegiatan BWCF yang diadakan setiap tahun.

"Indonesia ini kaya sekali dengan aneka budaya. Selain bagus, keanekaragaman budaya ini sangat penting untuk terus digali. Dengan penggalian penggalian ini, kita akan kembali menemukan mata rantai lesejarahan dan nilai budaya kita yang nyaris terlupakan, " tutur Imam Muhtarom.

Dengan memahami sejarah dan nilai budaya ini, tentu juga akan mengangkat rasa percaya diri bangsa ini di mata dunia internasional. Pihaknya berharap, peninggalan juga akan memberikan pandangan - pandangan baru tentang budaya di masa lampau untuk kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga kebudayaan yang berakar pada tradisi akan terus berkembang. Tak hanya itu, hal tersebut akan menjadi sumber kebajikan dan kebijakan di masa mendatang.

Visi inilah yang menjadi benang merah pada tema-tema yang diangkat pada perhelatan BWCF I  sampai BWCF VI kali ini. Di antaranya, sejarah Maritim Nusantara, Konsep Gunung di Nusantara , Konsep Ratu Adil serta  Serat Centhini. Pembahasan tema tema tersebut diwujudkan dalam bentuk seminar, pertunjukkan, pameran foto, pemutaran film , serta launching buku. (end)


Berita Terkait


Lamalera Nyanyikan Alam Tanah Flores dalam Irama Universal

Perjalanan Mistik Mencari Tuhan di Mata Rohaniawan Tiga Agama

BWCF Gali Kembali Budaya Klasik untuk Warisan Generasi Mendatang

BWCF 2017 Bahas Pencarian Prinsip Religiositas di Masa Kini

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber