Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pendidikan 

Mantan Rektor Unair dan Dubes Unesco Meninggal Dunia
Sabtu, 18-11-2017 | 17:05
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Universitas Airlangga (Unair) tengah berduka. Mantan Rektor Unair dan Duta Besar Indonesia untuk Unesco Prof Marsetio Donosepoetro, meninggal dunia di kediamannya di Surabaya, Sabtu pukul 09.10 WIB di usia ke-87 tahun.

Prof Marsetio adalah Rektor Unair tahun 1980-1985. Pada tahun 1986-1990 dirinya ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Unesco. Sementara pada tahun 1990-1995 menjadi Ketua Komisi X DPR RI. Setelah itu kembali ke Surabaya untuk mengajar di Unair.

Kabar meninggalnya Profesor yang dikenal disiplin ini mengejutkan keluarga, saudara dan kerabat. Anak kedua almarhum Prof Marsetio, dr Erwin Ramawan (55) mengatakan kesehatan ayahnya memburuk dalam beberapa bulan terakhir dan harus masuk beberapa kali masuk rumah sakit.

"Dua bulan yang lalu tidak suka makan hingga kondisi menurun. Juga terjadi radang paru. Setelah itu bapak keluar dari rumah sakit dan sehat, lalu merasa lemas saya minta dibawa ke rs tidak mau, tapi ternyata meninggal di rumah di Surabaya," kata dia.

Erwin menceritakan, sosok mendiang ayahnya adalah seorang yang disiplin, soleh, tidak terlalu banyak berbicara, tidak terlalu banyak memberikan omongan wejangan namun ditunjukkan dalam tindakan dan perilaku. 

Selain itu, ayahnya ia kenang sebagai orang yang sangat mengedepankan akhlak, tidak pernah memusuhi, tidak pernah membuka suatu yang jelek.

"Pada akhir hayat, beliau tak terlalu banyak meminta. Bukan tipe orang yang ingin diperhatikan. Orang yang mendahulukan orang lain," kata Erwin. 

Sebelum meninggal dunia, Prof Marsetio, kata dia, tidak ada pesan-pesan terakhir, tapi hanya pesan bersifat internal keluarga. "Tidak ada wejangan khusus. Beliau hanya senang melihat cicitnya. Saya berkali-kali minta untuk pindah ke kediaman tapi dia tidak berkenan karena merasa kediaman ini tempatnya meniti karir," ujarnya. 

Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga orang anak laki-laki, lima cucu dan dua cicit. Rencananya Almarhum Prof Marsetio akan disemayamkan di Rektorat Unair pada hari Minggu (19/11) pada pukul 08.00 untuk mendapat penghormatan dari sivitas Unair sebelum dimakamkan di TPU Keputih Surabaya pada pukul 09.00. (pul)

Berita Terkait


Tekan Angka Hiperbilirubinemia, Unair Jalin Kerja Sama Dengan Belanda

PKL Dilarang Berjualan, Mahasiswa Unair Protes Blokir Jalan

Mantan Rektor Unair dan Dubes Unesco Meninggal Dunia

Capai Peringkat 500 Dunia, Unair Wadahi Kreatifitas Mahasiswa S2


6 Ribu Siswa SMA se-Indonesia Ikuti Olimpiade Kedokteran di FK Unair

Mantan Rektor Unair dan Dubes Unesco Meninggal Dunia

Capai Peringkat 500 Dunia, Unair Wadahi Kreatifitas Mahasiswa S2

Rumah Sakit Terapung Milik Unair Mampu Tampung 30 Pasien
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber