Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Suasana saat ratusan santri Pondok Pesantren Nurul Islam Dan Warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo mengikuti pawai obor. Foto Farid
Tradisi Rabu Bungkasan Dengan Pawai Obor dan Minum Air Suci
Rabu, 15-11-2017 | 10:24
Oleh : Farid Fahlevi
Berita Video : Tradisi Rabu Bungkasan Dengan Pawai Obor dan Minum Air Suci
Probolinggo pojokpitu.com, Untuk menolak balak terjadinya berbagai bencana, penyakit serta banyaknya aksi teror perpecahan di negeri ini, ratusan santri dan warga di Kota Probolinggo, menggelar tradisi pawai obor Rabu Bungkasan, atau hari Rabu Pamungkas di bulan sapar.

Warga menyebut, pawai obor adalah tradisi Rabu Bungkasan atau malam rabu di akhir bulan sapar, tahun baru Islam. Meski terlihat tradisi sederhana, ratusan anak-anak dan warga terlihat khidmad mengikuti pawai tersebut. Tak ketinggalan para orang tua wali santri ikut pawai sambil membawa obor.
 
Di sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya, warga mengumandangkan sholawat serta doa-doa, dengan tujuan negeri ini dihindarkan dari segala macam bencana, penyakit sertanya terjadinya perpecahan.
 
Arti dari tradisi Rabu Bungkasan adalah, tradisi syukuran diakhir bulan sapar yang jatuh pada hari malam Rabu ini. Bungkasan sendiri berarti pamungkas.
 
Konon di sejarah Islam, pada bulan sapar, merupakan bulan yang banyak diturunkan bala, penyakit dan azab dari Sang Pencipta. Seperti bencana alam, dan penyakit pada umat manusia banyak melakukan dosa.
 
Usai membaca doa, acara selanjutnya ritual minum air suci yang diambil dari 7 mata air di Probolinggo. Hasilnya warga dan santri langsung berebut air yang sudah diberi doa-doa tersebut

Nafiza, salah satu santri mengaku, setiap tahun di ponpesnya selalu menggelar tradisi Rabu Bungkasan, agar terhindar dari berbagai penyakit.

Sementara itu menurut Ustad Mukhlas, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, tujuan digelarnya tradisi ini, agar bangsa ini dijauhkan dari segala bentuk perpecahan, perang saudara serta menjauhkan dari berbagai penyakit termasuk penyakit hati.
 
Tradisi semacam ini sudah ada sejak jaman nenek moyang, pawai obor sendiri merupakan cara syiar agama pada jaman dulu. Sangat disayangkan jika tradisi Rabu Bungkasan hilang dan harus dilestarikan.
  
Usai acara, santri dan warga biasanya langsung menggelar makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur. (pul)

Berita Terkait


Tradisi Rabu Bungkasan Dengan Pawai Obor dan Minum Air Suci

Lestarikan Budaya, Siswa Sekolah Dasar Mainkan Permainan Tradisional

Tradisi Ojung Dipercaya Turunkan Hujan Penyubur Tanaman Padi

Giat ACI, SD Muhammadiyah 15 Kenalkan Dolanan Tradisional Pada Siswa


Tradisi Gugur Gunung, Ritual Membawa Hasil Panen

Miris Tersisih, Pemuda Kampung Gelar Festival Masakan Tradisional

Tradisi Wisuda dan Siraman Penari Langen Tayub Digelar

Jog Jogan, Tradisi Terjun Bebas Dari Air Terjun
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Koneksi Gagal Mas query= insert into deteksi_terpopuler (urut,tgl,jam,key_urut_berita,judul_berita,ip,jumlah_baca,perangkat) values ('1106551','2017-11-20','16:31:28','55298','Tradisi Rabu Bungkasan Dengan Pawai Obor dan Minum Air Suci','23.20.129.162','1','desktop')