Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sepak Bola 

PSSI Mediasi Madura United-Bhayangkara FC, Inilah Hasilnya
Selasa, 14-11-2017 | 14:23 wib
Oleh :
Jakarta pojokpitu.com, PSSI akhirnya mengambil langkah mediasi untuk menyelesaikan ketegangan antara Bhayangkara FC dan Madura United, Senin (13/11). Asosiasi sepak bola Indonesia itu mempertemukan kedua pihak di kantor PSSI. Ketegangan terjadi setelah laga kedua tim pada 8 November lalu di Stadion Gelora Bangkalan Madura, Jawa Timur.

Usai laga, tuan rumah mengungkapkan bahwa laga kontra tim milik kepolisian tersebut penuh dengan intimidasi.

Mulai dari wasit yang terkesan berat sebelah dalam memimpin, sampai dengan kehadiran suporter di tribun VIP yang merupakan para pejabat kepolisian.

Padahal, saat itu laga berstatus pertandingan tanpa penonton karena menjadi laga hukuman untuk Madura United.

Tak hanya itu, sempat viral video yang menunjukkan banyak juga petugas keamanan masuk ke lorong ruang ganti, yang harusnya itu menjadi ruang steril.

Karena hubungan yang memanas itulah, PSSI kemudian berinisiatif mengumupulkan kedua klub dalam satu forum.

Pertemuan tersebut digelar di Kantor PSSI, Kuningan, Jakarta, pada Senin (13/11) sore sampai petang.

Mereka yang hadir dalam pertemuan itu adalah Haruna Soemitro (manajer MU), Sumardji (Manajer Bhayangkara FC) dan Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Usai pertemuan, seluruh elemen yang melakukan pertemuan kemudian menggelar jumpa pers dan mengumumkan bersepakat untuk damai.

"PSSI punya inisiatif memanggil wakil Madura dan Bhayangkara, intinya sederhana, dengan berakhirnya kompetisi, mereka sudah menjawab semua yang sempat menjadi trending. Karenanya, PSSI apresiasi pada beliau-beliau dan alhamdulillah semua berjalan baik," papar Joko setelah pertemuan.

Haruna kemudian memberikan apresiasi kepada PSSI. Menurutnya, ini bukan pertemuan pertama, tapi sudah masuk untuk kali kedua.

"Saya secara pribadi sudah memberikan klarifikasi dan itulah dinamika kompetisi dengan tensi tekanan yang lebih kuat, kompetisi tahun ini dengan tekanan dan atmosfir yang luar biasa, sehingga melahirkan dinamika yang secara pribadi sulit dikontrol. Saya meminta maaf. mari menatap kompetisi ke depan," terang Haruna.

Pihak Bhayangkara FC juga menyadari kondisi ini. Mereka meminta apa yang telah berlalu tak perlu diungkit kembali dan lebih baik dilupakan untuk persiapan menuju musim depan.

"Apa yang sudah terjadi, dinamika kompetisi di liga 1 luar biasa dan sudah berlalu. Bhayangkara FC sudah menjadi juara Liga 1 tentu berkaitan dengan itu saya mohon maaf, kami terima semua, kami anggap sebagai dinamika kompetisi. Yang lalu biar berlalu, kita tatap liga musim depan," tegas Sumardji. (dkk/jpnn/pul)

Berita Terkait


Edy Rahmayadi Tak Ingin Lepaskan Jabatan Ketua Umum PSSI

Kejari Kembalikan Uang Kasus Korupsi Askab ke Pemkab Jember

Agusto Arie Frianto Pimpin PSSI Kabupaten Malang 2018 - 2022

Mulai Senin Depan, Edy Rahmayadi Cuti dari PSSI


Peringati HUT ke-31, Arema Indonesia Lanjutan Gugatan Kepada PSSI

Edy Rahmayadi Tak Ingin Lepaskan Jabatan Ketua Umum PSSI

PSSI Pilih United Tuan Rumah Piala Dunia 2026, Nih Alasannya

Persebaya Didenda Rp 410 Juta, Netizen: PSSI Ngelawak!
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber