Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

HKN, Masih Ada 26,1 Persen Balita di Jatim Alami Kurang Gizi
Senin, 13-11-2017 | 07:10
Oleh : Fakhrurrozi
Berita Video : HKN, Masih Ada 26,1 Persen Balita di Jatim Alami Kurang Gizi
Surabaya pojokpitu.com, Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November 2017 diperingati secara serentak di 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur. Momentum HKN ke-53 ini, Dinas Kesehatan Jatim mengajak masyarakat untuk hidup sehat, lantaran masih ada 26,1 persen balita di Jawa Timur mengalami gizi buruk.

Ini terungkap dalam peringatan HKN di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu pagi tadi. dr. Kohar Hari Santoso, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, mengatakan, "Angka 26,1 persen ini sebenarnya sudah menurun dibandingkan tahun lalu dan lebih rendah dibandingkan prosentase nasional yang sebesar 27,2 persen." 

Saat ini, dari data di Dinkes Jatim, jumlah balita yang mengalami gizi buruk berada di enam kabupaten, yakni Sampang, Bangkalan, Sumenep, Probolinggo, Lamongan dan Jember. Untuk menurunkan angka balita gizi buruk ini, Dinkes Jatim akan memberikan sosialisasi gizi kepada ibu hamil, serta pemberian gizi balita dan ibu hamil melalui posyandu. 

Kohar menambahkan, "Saat ini pihaknya tak hanya fokus menurunkan jumlah balita gizi buruk, tapi juga kesehatan lainnya. Seperti sanitasi, menurunkan jumlah penderita penyakit hipertensi, diabetes dan kanker. Momentum HKN ini, Dinkes Jatim akan mengajak masyarakat untuk hidup sehat." 

"Di Jatim, angka kematian ibu dan bayi di Jatim sudah lebih rendah dibandingkan nasional. Sekarang ini berada di angka 91 per 100 kelahiran hidup di Jatim, sementara secara nasional malah naik menjadi 300. Sementara dengan gizi, secara nasional masih ada 27,2 persen, sementara Jatim 26,1 persen, jadi sudah lebih rendah. Tentang sanitasi, sudah 19 kabupaten/kota yang melakukannya dan tidak ada orang yang buang air sembarangan," papar dr. Kohar Hari Santoso.  

Untuk penyakit tidak menular, hipertensi, diabetes, kanker, pihaknya pun sudah melakukan pemeriksaan dini. Diakui, masih ada PR yang masih harus dilakukan seperti sanitas yang harus diperbaiki, serta menekan angka penderita kanker supaya tidak bertambah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf berharap, momentum HKN bisa menjadikan masyarakat hidup sehat. Salah satu caranya, dengan makan sayur dan buah-buahan lokal, serta rajin memeriksakan kesehatan setiap enam bulan sekali. 

Syaifullah Yusuf juga mengatakan,  "Kita ingin memperkuat preventif, promotif. Kalau mengandalkan kuratif, tidak akan cukup. BPJS akan tekor terus. Masyarakat harus membiasakan hidup sehat. Saya merasa bahagia, kebiasaan berolahraga sudah masuk ke masyarakat Jawa Timur. Sering saya lihat ada kegiatan bersama. Paling ringan jalan pagi dan bersepeda. Makan sayur dan buah-buahan lokal. Kita ingin gerakan ini bisa menjadi kebiasaan masyarakat."

Tahun 2018, Dinas Kesehatan Jawa Timur akan mengagendakan gerakan preventif dan promotif cukup luas dengan bergerak bersama eksekutif dan legislatif melakukan sosialisasi bersama. Dengan kekompakan ini, diharapkan derajat kesehatan masyarakat Jawa Timur semakin meningkat. (end)

Berita Terkait


HKN, Masih Ada 26,1 Persen Balita di Jatim Alami Kurang Gizi

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber