Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

​ Dalam aksinya mahasiswa menuntut adanya ketegasan evaluasi kinerja OPD yang dinilai banyak persoalan yang belum diselesaikan. Foto Anwar
Demo Tuntut Evaluasi OPD, Mahasiswa Terlibat Saling Dorong
Kamis, 09-11-2017 | 13:01 wib
Oleh : Syaiful Annwar dan Muhammad Arif
Sumenep pojokpitu.com, Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep berlangsung ricuh. Mahasiswa terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian yang menjaga pintu masuk.

Ricuh terjadi saat Mahasiswa Sumekar Raya memaksa masuk ke dalam Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep. Massa ingin bertemu langsung dengan bupati. Bahkan terdapat mahasiswa yang terjatuh saat aksi saling dorong terjadi.
 
Beruntung bentrok mahasiswa dengan aparat kepolisian dapat diredam, setelah ditemui perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Namun mahasiswa tetap kecewa, sebab tidak bisa bertemu langsung dengan Bupati Sumenep untuk menyampaikan aspirasinya.
 
Menurut Bisrigi korlap aksi, para mahasiswa ini menuntut, Bupati Sumenep mengevaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah, yang dinilai banyak temuan persoalan. Mahasiswa menilai, Pemkab Sumenep lemah dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja OPD.
 
Aksi mahasiswa diakhiri dengan sholat ghaib, sebagai bentuk protes dan sindiran kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep. Karena dinilai telah mati dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja OPD. (pul)

Berita Terkait


Dosen Jarang Masuk Perkuliahan, Puluhan Mahasiswa Demo Kampus At-Taqwa

Demo Mahasiswa di Sumenep Berlangsung Ricuh

Ratusan Mahasiswa Pertanian di Jember Gelar Aksi

Demo Mahasiswa Berakhir Ricuh


Demo Mahasiswa di Kantor DPRD Lumajang Ricuh

Demo Mahasiswa Solidaritas Petani Nyaris Ricuh

Demo Mahasiswa PMII, Ricuh

Fahri Yakin Demo Mahasiswa Murni Hati Nurani
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber