Berita Terbaru :
Warga Berebut Sembako Gratis
Solidaritas Lawan Corona Dengan Bantu APD
Tekan Covid 19, Tagana Bagi Handsanitizer Gratis
Surabaya Pastikan Belum Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar
Pemkot Surabaya Pastikan Masih Akan Pakai Bilik Sterilisasi
Karantina Wilayah,Warga Perumahan Bikin Bilik Sterilisasi Secara Swadaya
Sidak Dirlantas Polda Jatim, Akses Jalan Poncan dan Rungkut Menanggal Telah Dibuka
Hasil Rapid Test, Satu PDP Reaktif Virus Corona
Pemkot Mojokerto Siapkan Rumah Susun Bagi Para Pemudik
Pertimbangkan Kepentingan Masyarakat,Jalan Rungkut Menanggal-Pondok Candra Dibuka Lagi
Satlantas Polres MojokertoKota Bersama Komunitas Youtuber Membagikan 1000 Masker
Di Jawa Timur Terdapat 21 Kluster Penyebaran Covid 19
Jokowi Tegakan Tidak Bebaskan Napi Koruptor
Puluhan Wastafel Jumbo Dibagikan ke Pasar-Pasar Tradisional
Presiden Jokowi : Masyarakat Keluar Rumah Wajib Pakai Masker
   

Cukai Rokok Naik, Pengusaha Minta Pemerintah Tegas Berantas Rokok Ilegal
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 03-11-2017 | 07:15 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Naiknya cukai rokok di tahun depan sebesar 10,04 persen, ditanggapi Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Jatim. Menurutnya, kenaikan cukai ini cenderung moderat. Berat tapi pengusaha terpaksa menerima lantaran ini dinilai sebagai regulasi yang paling mengakomodir permintaan pengusaha.

Selama ini, pengusaha meminta adanya perlindungan agar tak ada dumping antara perusahaan rokok besar dan kecil. Hal itu diakomodir pemerintah dalam Permenkeu no. 146 pasal 16/2017.

Sulami Bahar, Ketua Gapero Jatim menyebutkan, "Kenaikan cukai rokok sebesar 10,04 persen memang memberatkan pengusaha. Bahkan akan mempengaruhi produksi rokok di tahun depan sampai 1 persen. Terlebih pada kelompok sigaret kretek tangan (SKT) golongan 2, yang mengalami kenaikan harga Rp 25 rupiah per batang. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih cukup rasional, dibandingkan aturan yang pernah ada sebelumnya."

Sayangnya, pengusaha menilai, regulasi kenaikan harga cukai sejatinya tidak bisa menghadang peredaran rokok ilegal sesuai keinginan pemerintah. Sebab, kenaikan cukai justru akan membuat pabrik rokok gulung tikar dan lari ke rokok ilegal.

Sulami juga mengatakan, "Seharusnya pemerintah membenahi regulasi yang ada terlebih dulu sebelum menaikkan harga cukai, seperti fokus memberantas rokok ilegal. Agar target cukai yang diharapkan bisa tercapai. Tercatat, cukai rokok tahun lalu hanya tercapai 98 persen atau Rp 77,74 trilyun. Justru berbanding terbalik dengan peredaran rokok ilegal yang semakin naik setiap dua tahunnya. Yakni tahun 2014 mencapai 11,7 persen dan 2016 mencapai 12,4 persen."

Sulami menilai, regulasi pemerintah seperti menetapkan kenaikan cukai rokok dan penetapan perda kawasan terbatas rokok akan banyak berpengaruh besar terhadap keberadaan pabrik rokok dan tenaga kerja yang ada. Bahkan, sepanjang 5 tahun terakhir, tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan rokok mengalami penurunan dari 600 ribu pekerja menjadi hanya 149 ribu pekerja.(end)

Berita Terkait

Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Tanpa Cukai

Pemerintah Gelar Rembuk Nasional Atasi Kenaikan Cukai Rokok

Petani Mulai Resah Dengan Rencana Naiknya Cukai Rokok 23 Persen

Cukai Rokok Naik, Pengusaha Minta Pemerintah Tegas Berantas Rokok Ilegal
Berita Terpopuler
Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Covid-19  13 jam

Dua PDP Meninggal, 10 Lainnya Dinyatakan Positif
Covid-19  12 jam

Satu Warga Pamekasan Positif Covid-19, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di ...selanjutnya
Covid-19  12 jam

Banjir Kiriman Rendam Puluhan Lapak Pedagang Pasar
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber