Berita Terbaru :
Drainase Jelek, Pabrik PSI Disidak Bupati
Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
LPT Unair Berhenti Layani Pemeriksaan Spesimen 14 Hari Ke Depan
Terseret Banjir Kali Lamong Dua Orang Meningal Dunia
Puluhan Warga Surabaya Serukan Aksi Tolak PSBB Jilid 3
New Normal Tak Pengaruhi Pembelajaran Praktikum Mahasiswa FK
Pemkot Bantah Cuitan Viral Seorang Dokter di Twitter
Tim Labfor Olah TKP Lokasi Kejadian Tewasnya 2 Bocah Dalam Mobil
Peduli Terhadap Warga yang Terdampak Pandemi Dengan Sediakan Lapak Gratis
Perketat Arus Balik Polda Jatim Sekat Perbatasan
Rumah Sakit Darurat Siap Difungsikan
Jalur Poros dan SPBU di Pantura Terpantau Sepi
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Jokowi Minta Tambahkan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim
Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
   

Cukai Rokok Naik, Pengusaha Minta Pemerintah Tegas Berantas Rokok Ilegal
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 03-11-2017 | 07:15 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Naiknya cukai rokok di tahun depan sebesar 10,04 persen, ditanggapi Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Jatim. Menurutnya, kenaikan cukai ini cenderung moderat. Berat tapi pengusaha terpaksa menerima lantaran ini dinilai sebagai regulasi yang paling mengakomodir permintaan pengusaha.

Selama ini, pengusaha meminta adanya perlindungan agar tak ada dumping antara perusahaan rokok besar dan kecil. Hal itu diakomodir pemerintah dalam Permenkeu no. 146 pasal 16/2017.

Sulami Bahar, Ketua Gapero Jatim menyebutkan, "Kenaikan cukai rokok sebesar 10,04 persen memang memberatkan pengusaha. Bahkan akan mempengaruhi produksi rokok di tahun depan sampai 1 persen. Terlebih pada kelompok sigaret kretek tangan (SKT) golongan 2, yang mengalami kenaikan harga Rp 25 rupiah per batang. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih cukup rasional, dibandingkan aturan yang pernah ada sebelumnya."

Sayangnya, pengusaha menilai, regulasi kenaikan harga cukai sejatinya tidak bisa menghadang peredaran rokok ilegal sesuai keinginan pemerintah. Sebab, kenaikan cukai justru akan membuat pabrik rokok gulung tikar dan lari ke rokok ilegal.

Sulami juga mengatakan, "Seharusnya pemerintah membenahi regulasi yang ada terlebih dulu sebelum menaikkan harga cukai, seperti fokus memberantas rokok ilegal. Agar target cukai yang diharapkan bisa tercapai. Tercatat, cukai rokok tahun lalu hanya tercapai 98 persen atau Rp 77,74 trilyun. Justru berbanding terbalik dengan peredaran rokok ilegal yang semakin naik setiap dua tahunnya. Yakni tahun 2014 mencapai 11,7 persen dan 2016 mencapai 12,4 persen."

Sulami menilai, regulasi pemerintah seperti menetapkan kenaikan cukai rokok dan penetapan perda kawasan terbatas rokok akan banyak berpengaruh besar terhadap keberadaan pabrik rokok dan tenaga kerja yang ada. Bahkan, sepanjang 5 tahun terakhir, tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan rokok mengalami penurunan dari 600 ribu pekerja menjadi hanya 149 ribu pekerja.(end)

Berita Terkait

Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Tanpa Cukai

Pemerintah Gelar Rembuk Nasional Atasi Kenaikan Cukai Rokok

Petani Mulai Resah Dengan Rencana Naiknya Cukai Rokok 23 Persen

Cukai Rokok Naik, Pengusaha Minta Pemerintah Tegas Berantas Rokok Ilegal
Berita Terpopuler
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Covid-19  4 jam

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  16 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  17 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  15 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber