Berita Terbaru :
Bawaslu Mengeluarkan Daerah Rawan Selama Pilkada
Empat Bulan Didirikan, RS Lapangan Kogabwilhan II Sembuhkan 2.016 Pasien Covid-19
Pemkot Surabaya Sulap Lahan 7 Hektar BTKD Jeruk Jadi Agrowisata
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Viral, Bakal Calon Bupati Sidoarjo Berikan Bantuan Rp 1 Milyar ke NU
Kampung Wisata Lingkungan, Manfaatkan Kelor Sebagai Kuliner Pendongkrak Imun
   

Cukai Rokok Naik, Pengusaha Minta Pemerintah Tegas Berantas Rokok Ilegal
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 03-11-2017 | 07:15 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Naiknya cukai rokok di tahun depan sebesar 10,04 persen, ditanggapi Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Jatim. Menurutnya, kenaikan cukai ini cenderung moderat. Berat tapi pengusaha terpaksa menerima lantaran ini dinilai sebagai regulasi yang paling mengakomodir permintaan pengusaha.

Selama ini, pengusaha meminta adanya perlindungan agar tak ada dumping antara perusahaan rokok besar dan kecil. Hal itu diakomodir pemerintah dalam Permenkeu no. 146 pasal 16/2017.

Sulami Bahar, Ketua Gapero Jatim menyebutkan, "Kenaikan cukai rokok sebesar 10,04 persen memang memberatkan pengusaha. Bahkan akan mempengaruhi produksi rokok di tahun depan sampai 1 persen. Terlebih pada kelompok sigaret kretek tangan (SKT) golongan 2, yang mengalami kenaikan harga Rp 25 rupiah per batang. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih cukup rasional, dibandingkan aturan yang pernah ada sebelumnya."

Sayangnya, pengusaha menilai, regulasi kenaikan harga cukai sejatinya tidak bisa menghadang peredaran rokok ilegal sesuai keinginan pemerintah. Sebab, kenaikan cukai justru akan membuat pabrik rokok gulung tikar dan lari ke rokok ilegal.

Sulami juga mengatakan, "Seharusnya pemerintah membenahi regulasi yang ada terlebih dulu sebelum menaikkan harga cukai, seperti fokus memberantas rokok ilegal. Agar target cukai yang diharapkan bisa tercapai. Tercatat, cukai rokok tahun lalu hanya tercapai 98 persen atau Rp 77,74 trilyun. Justru berbanding terbalik dengan peredaran rokok ilegal yang semakin naik setiap dua tahunnya. Yakni tahun 2014 mencapai 11,7 persen dan 2016 mencapai 12,4 persen."

Sulami menilai, regulasi pemerintah seperti menetapkan kenaikan cukai rokok dan penetapan perda kawasan terbatas rokok akan banyak berpengaruh besar terhadap keberadaan pabrik rokok dan tenaga kerja yang ada. Bahkan, sepanjang 5 tahun terakhir, tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan rokok mengalami penurunan dari 600 ribu pekerja menjadi hanya 149 ribu pekerja.(end)

Berita Terkait

Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Tanpa Cukai

Pemerintah Gelar Rembuk Nasional Atasi Kenaikan Cukai Rokok

Petani Mulai Resah Dengan Rencana Naiknya Cukai Rokok 23 Persen

Cukai Rokok Naik, Pengusaha Minta Pemerintah Tegas Berantas Rokok Ilegal
Berita Terpopuler
Pemkot Surabaya Sulap Lahan 7 Hektar BTKD Jeruk Jadi Agrowisata
Metropolis  2 jam

Kampung Wisata Lingkungan, Manfaatkan Kelor Sebagai Kuliner Pendongkrak Imun ...selanjutnya
Life Style  5 jam

Viral, Bakal Calon Bupati Sidoarjo Berikan Bantuan Rp 1 Milyar ke NU
Pilkada  4 jam

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber