Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Terkesan Cuci Tangan, Pihak RS Limpahkan Tindakan Pasien Kritis Pada Perawat
Kamis, 02-11-2017 | 17:24
Oleh : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Setelah tersebar tuduhan adanya dugaan malpraktik oleh oknum dokter spesialis anak Rumah Sakit Siti Fatimah Kecamatan Tulangan yang mengakibatkan meninggalnya balita berusia 21 bulan bernama Ahmad Ahza Zaadittaqwa, putra semata wayang pasangan Yudi Purnomo dan Teti Rihardini, pihak Rumah Sakit Siti Fatimah terus melakukan evaluasi internal dan mediasi kepada keluarga pasien. Ini dikatakan Dr Tjatur Priambodo, Direktur RS Siti Fatimah.

Pihak rumah sakit saat itu juga sengaja menghadirkan dokter penanggung jawab, Medy Priambodo dan pihak pengacara rumah sakit. Namun dokter tersebut enggan memberikan keterangan kepada media.

Anehnya, ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan dokter penanggung jawab di saat pasien menunjukkan reaksi pasca pemberian antibiotik tasegram, hingga kondisi pasien kritis, pihak rumah sakit menjawab, ada pelimpahan wewenang dari dokter penanggung jawab kepada perawat untuk melakukan tindakan. Ini dijawab Dr Tjatur Priambodo, Direktur RS Siti Fatimah.
 
Muhamad Soleh, kuasa hukum keluarga korban dugaan malpratik mengatakan, "Sudah terlihat bahwa dokter penanggung jawab mulai mencari kambing hitam kepada perawat. Padahal pada saat pasien menunjukkan reaksi terhadap antibiotik tersebut, dokter penanggung jawab sedang melakukan praktik di lantai bawah."

Pengakuan rumah sakit dibantah oleh pihak keluarga korban. Yadi Purnomo mengatakan, "Kami belum pernah sekalipun didatangi atau ditelepon oleh pihak Rumah Sakit Siti Fatimah. Selain itu, rekam medik yang dibuat rumah sakit sangat berbeda jauh dengan kenyataan yang kami terima saat di rumah sakit."
 
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak keluarga pasien menyayangka adanya pembiaran dan lambannya penanganan dokter spesialis anak, Medy Priambodo terhadap Ahmad Ahza Zaadittaqwa yang mengalami kondisi kritis saat dirawat di ruang High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Siti Fatimah. Pihak keluarga menganggap oknum dokter ini lebih mementingkan praktek polianak daripada pasien yang sedang mengalami masa kritis.(end) 

Berita Terkait


Keluarga Korban Dugaan Malpraktik Telah Lapor Polisi

Korban Malpraktik Tetap Melaporkan Dokter RS Siti Fatimah ke Polisi

Terkesan Cuci Tangan, Pihak RS Limpahkan Tindakan Pasien Kritis Pada Perawat

Diduga Malpraktik Dokter Spesialis, Balita Tumbuh Gigi Malah Meninggal dunia


Dugaan Malpraktik Klinik Chiropractic, di Surabaya Klinik Ini Berijin Resmi
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber