Berita Terbaru :
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
   

Belasan Spot Wisata Lumajang di Kawasan Perhutani
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 24-10-2017 | 09:12 wib
Reporter : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Sekitar 14 spot wisata di kawasan Perhutani ini tersebar di beberapa wilayah di Lumajang. Mulai dari ujung selatan ada pantai selatan, ada pula Situs Candi Gedong Putri. Bahkan lokasi yang paling eksotik, yaitu B29 di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Lumajang.

Wisata alam yang sangat indah ini menjadi salah satu destinasi wisata populer di Lumajang. Terutama pada hari libur. Banyak wisata berkunjung ke Negeri Di Atas Awan tersebut.
 
Bahkan, potenis wisata itu juga berada di ujung utara Lumajang, ada  distinasi wisata Tiga Ranu. Ranu Bedali, Ranu Klakha, dan Ranu Pakis. Juga di tempat itu ada Geo Park Gunung Lemongan.
 
Wakil ADM KPH Probolinggo, Muchlisin, potensi wisata Lumajang di kawasan Perhutani sangat besar. Ada 14 titik yang telah menjadi distinasi. Mulai dari wisata pantai, air terjun, bukit, hingga tempat berfoto.
 
Dari 14 titik itu, 11 destinasi telah ada MOU dengan Pemerintah Lumajang. Hal ini bertujuan wisata di kawasan Perhutani biar memiliki dampak ekonomi positif, sebagaimana Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomer 83 tentang Kehutanan Sosial.

Dari kerjasama ini, pihak masyarakat mendapatkan keuntungan 70 persen. Sedangkan Perhutani hanya 30 persen saja. Meski pengelolaannya, tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hutan.
 
Kerjasama kemitraan ini pemerintah daerah atau masyarakat, bisa mendapatkan manfaat lebih besar. Maka dari kebijakan baru ini, bisa meminimalisir konflik kehutanan, karena masyarakat bisa mendapatkan keuntungan besar dari Perhutani.(end)

Berita Terkait

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka

Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas

Para Pelaku Usaha Wisata Usul Dapat Bantuan Sosial

Curhat Warga Sarangan Jual Cincin Untuk Makan
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  3 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  16 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  13 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber