Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Mlaku - Mlaku 

Goa Ngesong Goa Peninggalan Kerajaan Majapahit
Selasa, 24-10-2017 | 08:14
Oleh : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Untuk mencapai goa yang disebut Goa Ngesong ini pengunjung harus berjalan kaki sekiar 400 meter dari jalan raya. Pengunjung juga harus melalui jalan yang cukup terjal dan bertangga karena harus menyusuri sebuah bukit.

Di dekat goa, pengunjung harus menyeberang sungai melalui jembatan kayu. Saat mendekati mulut goa pun pengunjung masih dihadapkan jalan terjang dan cukup menantang, sebab mulut goa persis di lereng bukit. Sehingga pengunjung harus berhati-hati agar tidak jatuh ke sungai.
 
Jika pengunjung masuk  goa yang memiliki mulut sekitar 20 meter ini harus waspada. Sebab sebagian atap goa tampak retak. Meskipun kemungkinan ambrol sangat kecil.
 
Wiji Sekretaris Desa setempat, mengatakan, "Kedalaman goa ini sulit diperkirakan. Namun dipastikan tembus hingga balik bukit. Perkiraan panjang goa lebih dari 200 meter. Hingga saat ini pintu goa yang merupakan tembusan dari goa ini belum dibuka, masih tertutup bebatuan dan rerumputan."
 
Goa yang ditemukan beberapa bulan lalu, kini mulai diperindah oleh warga agar menjadi salah satu obyek wisata. Sejumlah gasebo beratap rumput ilalang didirikan di sekitar sungai untuk menarik pengunjung. Ke depan, area goa akan dijadikan bumi perkemahan.(end)

Berita Terkait


Wisata Goa Ngerong, Dihampiri Kelelawar dan Terapi Ikan

Goa Ngesong Goa Peninggalan Kerajaan Majapahit

Wisata Goa Jaman Majapahit, Jadi Primadona Baru Pecinta Foto

Menuju Goa Sriti Destinasi Wisata Baru di Wonosalam


Menuju Goa Sriti Destinasi Wisata Baru di Wonosalam

Goa Eksotik di Areal Tambang Batu Kapur, Rawan Runtuh

Labfor Polda Jatim Masih Olah TKP Kebakaran Pasar Songgoangit

Kejadian Langka, Bangunan Amblas Masuk Goa
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber