Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Cuaca Labil, Pengusaha Krupuk Mengeluh
Kamis, 12-10-2017 | 22:26
Oleh : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Pengusaha kerupuk di Madiun, merasakan bagaimana musim kemarau sangat membantu terutama dalam mempercepat proses pengeringan. Namun cuaca kali ini datang tidak menentu membuat sejumlah aktifitas produksi terganggu.

Seperti industri rumahan kerupuk bawang di Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Biasanya dalam sehari bisa memproduksi sekitar 150 kilogram jenis kerupuk bawang kering, usai mengalami proses pengerigan dibantu dengan sinar matahari.

Menurut Umiati pelaku usaha kerupuk, selama kemarau hasil produski sudah cukup baik. Proses pengeringan tegolong cepat karena menbutuhkan waktu tidak sampai sehari. Sementara kali ini, cuaca terbilang tidak menentu, sehingga mulai mengganggu aktifitas. "Kerupuk hasil pengeringan menjadi lebih kecil, serta proses pengeringan memakan waktu satu sampai dua hari lebih lama," kata Umiati.

Selama ini pelaku usaha kerupuk bawang di desa ketawang memasok pengiriman hingga di wilayah luar Madiun, dengan harga Rp 37 ribu per lima kilo. Saat cuaca tak menentu seperti ini , berakibat pada kualitas dan krupuk. (pul)

Berita Terkait



Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber