Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Disini Masih Ada Yang Mempertahankan Alat Dapur Tradisional
Rabu, 11-10-2017 | 22:21
Oleh : Sujarismanto, Agung Prawoto
Pacitan pojokpitu.com, Di era modern seperti ini, masih di temui para pengrajin perkakas dapur tradisional berbahan bambu. Pembuatanya cukup rumit dan membutuhkan waktu lama, namun harga yang ditawarkan cukup murah.

Salah satu perajin itu Miswanto (50), warga Dusun Jeruk Desa Ngumbul Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan. Bapak 2 anak ini masih tekun menggeluti kerajinan alat dapur  tradisional berbahan bambu.

Meskipun hanya sebagai usaha sampingan selain bertani dan memelihara ternak, hasil penjualan perkakas dapur tradisional terbukti dapat membantu ekonomi keluarganya.

Tomblok, keting dan pethi menjadi jenis alat dapur yang sering di produksinya. Glondongan bambu sebagai bahan pembuatan ia dapatkan dari kebun warga sekitar rumahnya, tentunya tidak hanya cuma cuma, Miswanto harus membayar Rp 4 ribu untuk satu batang bambu.
 
Usai batang bambu dibelah menjadi beberapa bagian, kini tugas sang istri, sitin , untuk membersihkannya agar bahan perkakas dapur tradisional ini lebih rapi. sejak 16 tahun silam. keluarga ini, terus eksis melestarikan perkakas dapur tradisonal berbahan bambu.

Serpihan bambu yang telah rapi, kemudian di anyam sedemikian rupa hingga menjadi wujud perkakas tomblok. Tomblok setengah jadi ini kemudian di perkuat dengan tali pengencang agar hasilnya lebih maksimal.
 
Menurut Miswanto,  tergantung jenis dan ukuran, sangat mempengaruhi harga dan tidak sebanding dengan rumitnya proses pengerjaan. "Di pasar tradisional, satu buah perkakas jenis tomblok di jual dengan harga Rp 8 ribu," kata Miswanto. (pul)

Berita Terkait

22-06-2016 | 12:09
Santri Ini Menghafal Al Quran Diiringi Tabuhan Musik Alat Dapur


Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber