Berita Terbaru :
Animo Bersepeda Tinggi, Pemkot Rencanakan Tambah Lajur Sepeda
Minim Sirkulasi Udara, Peluang THM Tutup Bakal Lebih Lama
Selama 6 Bulan Terkahir, 11 Kasus Kebakaran Terjadi di Bojonegoro
Overload Pasien Covid, RS Rujukan Tambahan Segera Dioptimalkan
Grand Livina Tabrak Truk Trailer Rusak Rumah Warga
Walikota Risma Beri Perhatian Untuk Empat Anak Korban Tukang Sapu Makam Cabul
Nenek Renta Tinggal Di Gubug Reot Tak Layak Huni
14 Hari Pasca Ultimatum Presiden, Tingkat Kesembuhan Pasien Positif Covid di Jatim Tertinggi di Indonesia
Dinkes Lakukan Tracing dan Swab Di Sarangan
Meninggal Di RS Covid , Keluarga Tolak Dimandikan
Terjatuh Hindari Jalan Berkubang, Pegoes Asal Surabaya Tewas Terlindas Truk Tronton
Habaib-Ulama dan Tokoh Madura Tolak RUU HIP
Persentase Pasien Covid-19 Meninggal di Jatim Melebihi Luar Negeri
Taman Wisata Ngawi Mulai Ramai Pengunjung
Begini Tantangan Peternak Sapi di Tengah Pandemi Covid-19
   

BBKSDA Ajak Pelajar Melepasliarkan Elang Jawa
Pendidikan  Jum'at, 29-09-2017 | 15:12 wib
Reporter : Heru kuswanto
Dalam pelepasan satwa elang jawa ke habitat aslinya, petugas sengaja mengajak serta anak pelajar. Foto Heru
Ponorogo pojokpitu.com, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur kembali melepas liarkan satwa dilindungi di cagar alam Gunung Sigogor , Kecamatan Ngebel, Ponorogo.

Puluhan pelajar sekolah dasar, SMP, dan SMA diajak serta untuk menyaksikan acara pelepasliaran satwa dilindungi. Satu ekor satwa yang dikembalikan ke habitat aslinya yakni burung elang jawa , atau yang biasa disebut burung garuda.

Meski sedikit melelahkan karena harus berjalan masuk ke dalam hutan, para pelajar terlihat cukup antusias dan bersemangat. Mereka menyaksikan proses pelepasan satwa yang populasinya mulai mengalami kepunahan.

Petugas BBKSDA berharap, dengan mengajak para pelajar melepasliarkan satwa ini, selain untuk menambah ilmu pengetahuan tentang satwa, diharapkan mereka kelak akan ikut menjaga kelestariannya .

Menurut Hartoyo Kabid KSDA Wilayah 1 Madiun, dipilihnya cagar alam Gunung Sigogor untuk melepasliarkan elang karena cukup banyak tersedia makanan. Selain itu potensi gangguan keamanan maupun ancaman kebakaran hutan cukup kecil, sehingga aman untuk melepaskan burung garuda.

"Tidak hanya menyaksikan proses pelepasan saja, seluruh peserta juga diberikan penjelasan dan pengetahuan tentang satwa langka khususnya elang jawa," kata Hartoyo.

Elang jawa yang memiliki nama latin Nisaetus Bartelsi, saat ini populasinya terus berkurang, akibat perdagangan dan perburuan liar. Dari data yang ada, populasi di alam tersisa sekitar 450 pasang saja. (pul)

Berita Terkait

BKSDA Jawa Timur Menyita Ratusan Kulit Ular Sanca Kembang

BKSDA Musnahkan Ratusan Burung Dan Hewan Ilegal

BKSDA Akan Melakukan Pelepasan Satwa Dilindungi

Kandang Transit Satwa BBKSDA Tidak Layak, Kondisi Hewan Memprihatinkan
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  23 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  22 jam

Terjatuh Hindari Jalan Berkubang, Pegoes Asal Surabaya Tewas Terlindas Truk Tron...selanjutnya
Peristiwa  8 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  21 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber