Berita Terbaru :
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drive Thru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idul fitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
   

Pelepah Pisang Disulap Jadi Kaligrafi Bernilai Ekonomis
Ekonomi Dan Bisnis  Minggu, 24-09-2017 | 02:26 wib
Reporter : Sujarismanto, Agung Prawoto,
Pacitan pojokpitu.com, Pelepah pisang yang umunya hanya dibuang, kini bisa di manfaatkan menjadi kerajinan bernilai ekonomis. Seperti yang dilakukan salah satu pria yang juga berprovesi sebagai pedagang sapi ini.

Adalah Muhamad Syafii, warga Dusun Tlogo Desa Klesem Kecamatan Kebonagung Pacitan. Di tangan pria ini, pelepah pisang yang mengering, bisa  di olah  sehingga menjadi  produk   yang  bernilai  ekonomis.
 
Pasca operasi usus buntu yang dideritanya, pria 35 tahun ini tak punya pekerjaan tetap. Karena kondisi fisiknya yang masih  belum memungkinkan. Iapun tak lantas berpangku tangan, mengingat kebutuhan keluarga  semakin mendesak. Dengan menggali ide kreatif, pria jebolan pondok Pesantren  Al-Falah di Kota Blitar mencoba memanfaatkan pelepah pisang yang mengering sebagai media lukisan kreatif.
 
Cara membuatnya pun terbilang cukup rumit, karena bahan mudah tersobek. Pemilihan warna pelepah pisang yang tepat juga menjadi penentu hasil lukisan dan kaligrafi yang di buat. Tidak hanya pepelah pisang saja, daun pohon pisang pun juga dapat diterapkan dalam kaligrafi uniknya.

Setelah pola lukisan kaligrafi terbentuk, barulah kaligrafi setengah jadi ditempel pada media papan berwarna hitam guna menjaga warna kontras. Kaligrafi yang selesai di tempel, membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk proses pengeringanya. Lalu, setelah lukisan di berikan bingkai pigura, kemudian kaligrafi unik ini di poles menggunakan cat penggilap warna agar lebih menarik.
 
Menurut Muhamad Syafii, sejauh ini kaligrafi karyanya dijual kepada tetangga sekitar rumahnya. Dengan harga mulai dari Rp 20 ribu. Bapak 2 anak ini berencana melejitkan usaha kreatifnya. (pul)



Berita Terkait

Pelepah Pisang Disulap Jadi Kaligrafi Bernilai Ekonomis
Berita Terpopuler
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  2 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  13 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  12 jam

WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Teknologi  11 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan

PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tingg...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber