Berita Terbaru :
Bhayangkara United Ingin Melanjutkan Kompetisi Hingga Selesai
Hasil Survei: Tito Karnavian Menteri Paling Responsif di Era Pandemi
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis
Koleksi Mobil Klasik David Beckham Dijual, Harganya Wow
Tips Agar Koneksi Internetmu Tidak Lelet
Malaysia Larang Orang Asing Salat Berjemaah di Masjid
Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
   

Pakar : Transportasi Online Bangkitkan Ekonomi Kreatif
Ekonomi Dan Bisnis  Minggu, 17-09-2017 | 21:20 wib
Reporter :
Ilustrasi transportasi online
Jakarta pojokpitu.com, Maraknya transportasi online menunjukkan tumbuhnya ekonomi kreatif dan digital. Menurut Fithra Faisal, transportasi online jadi sumber ekonomi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Dia menyebutkan, transportasi online akan muncul di wilayah yang tidak memiliki transportasi nyaman dan aman. Ambil contoh di Australia, Amerika, dan Indonesia. Berbeda dengan di Jepang, begitu ke luar gedung sudah ada bus atau kereta.

"Jadi salah memang kalau pemerintah memberlakukan transportasi online serupa transportasi konvensional. Ini juga yang membuat Mahkamah Agung membatalkan 14 poin di Permenhub 26 tahun 2017," kata Fithra dalam diskusi mengenai status transportasi online pascaputusan MA di Jakarta, Sabtu (16/9).

Dia menyatakan sangat mendukung keputusan MA karena dasar pertimbangannya sangat jelas yaitu melihat aspek bertumbuhnya usaha ekonomi kreatif. Putusan MA ini juga membuktikan penyusunan Permenhub 26/2017 tanpa melibatkan para pelaku usaha sehingga keputusannya tidak memertimbangkan undang-undang tentang UMKM (usaha menengah kecil mikro).

"Presiden Jokowi berkali-kali menegaskan, pangkas aturan yang menghambat bertumbuhnya UMKM. Nah, Permenhub ini salah satunya yang menghambat," tegasnya.

Menurut Fithra, transportasi online mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dan digital. Di era teknologi, perkembangan ekonomi digital tidak bisa ditahan. Apalagi sebanyak 60 persen pengemudi transportasi online adalah karyawan dan mahasiswa. Artinya, mereka bekerja separuh waktunya untuk mendapatkan tambahan pendapatan.

Menurutnya, pemerintah harusnya melindungi mereka ini dengan membuat regulasi khusus, jangan diperlakukan seperti taksi konvensional. Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi butuh sumbe-sumber ekonomi baru salah satunya transportasi online.

"Ingat pebisnis startup dunia menyasar Indonesia, jangan sampai pemerintah mematikan tumbuhnya UMKM ini," tandasnya.(esy/jpnn)



Berita Terkait

Pemkab Wadahi 16 Sektor Bidang Kreatif di Bojonegoro

Pendiri Dusdukduk Bagi Kiat Sukses Industri Kreatif Kepada Anak Muda Surabaya

Kerajinan Kiso Daun Lontar Makin Diminati Pasar

Nanas Sortiran Dimanfaatkan Menjadi Minuman Berekonomis Tinggi
Berita Terpopuler
18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
Politik  10 jam

Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
Infotainment  9 jam

Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Pilkada  8 jam

Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Pendidikan  2 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber