Berita Terbaru :
Tebing Longsor, Pipa PDAM Putus, 1500 Pelanggan Terganggu
   

Desanya Tak Kunjung Diguyur Hujan, Warga Gelar Tradisi Ojung
Rehat  Jum'at, 15-09-2017 | 09:55 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Mereka percaya dengan bersakit sakit dulu berkah akan datang kemudian, yaitu hujan. Foto Farid
Probolinggo pojokpitu.com, Hampir sebagian besar wilayah Indonesia mulai dilanda kekeringan, termasuk di Probolinggo. Debit air yang mulai menipis dan gersangnya lahan pertanian membuat warga menggelar tradisi ojung atau duel cambuk rotan.

tradisi ojung, atau duel cambuk, digelar disebuah area persawahan yang mengering serta tanah yang mulai retak retak di Desa Gunung Tugel, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Satu-persatu peserta maju untuk memilih lawan yang akan ditantang duel cambuk rotan. Sebelum duel dimulai, peserta wajib menanggalkan baju masing-masing dan bebas memilih rotan yang akan dibuat senjata.

Hanya saja, lawan yang dihadapi harus memiliki usia yang tidak jauh beda dan barat badan serta tinggi badan yang sama.

Selain itu, yang boleh dipukul hanya pada bagian sekitar punggung saja. Jadi jika ada peserta yang melanggar peraturan maka juri langsung mendiskwalifikasi peserta.

Peraturan lain, setiap peserta hanya diperbolehkan memukul sebanyak 5 kali dan dilakukan secara bergantian, ada yang menyerang dan ada yang bertahan. Hasilnya, banyak peserta yang mengalami luka gores pada bagian punggungnya.

Surianto salah satu peserta ini mengaku selalu rutin mengikuti tradisi ojung. Bahkan luka gores harus ia terima setiap kali tanding.

Tradisi ojung, yang digelar warga desa ini sudah ada sejak ratusan tahun silam dan merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan.

Menurut Buradianto, panitia ojung, tradisi ojung merupakan penggambaran umat manusia yang harus bersakit-sakit dahulu jika ingin mendapatkan suatu keinginan, salah satunya berharap turunnya hujan.

"Namun tradisi warisan luluhur ini sudah mulai jarang dijumpai, maka kami berharap agar pemerintah ikut pedulu melestarikan budaya, agar tidak punah termakan jaman," kata Buradianto. (pul)

Berita Terkait

Festival Tradisi Ojung, Acara Pamungkas HUT RI ke 74 dan Hari Jadi Situbondo

Selamatan Desa, Warga Bugeman Gelar Tradisi Tarung Ojung

Tradisi Ojung Dipercaya Turunkan Hujan Penyubur Tanaman Padi

Desanya Tak Kunjung Diguyur Hujan, Warga Gelar Tradisi Ojung
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber