Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Ribuan umat hindu suku tengger yang bertempat tinggal di Lereng Gunung Bromo, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, menggelar ritual nyadran atau berziarah ke makam leluhur. Foto Farid
Tradisi Nyandran Atau Nyekar Ke Makam Suku Tengger
Senin, 11-09-2017 | 13:09
Oleh : Farid Fahlevi
Berita Video : Tradisi Nyandran Atau Nyekar Ke Makam Suku Tengger
Probolinggo pojokpitu.com, Umat hindu suku tengger yang bertempat di Lereng Gunung Bromo, Probolinggo, mempunyai tradisi tersendiri untuk mengenang sekaligus menghormari leluhurnya. Yaitu menggelar ritual nyadran atau nyekar ke makam leluhur dengan memberi sedekah berupa aneka sesaji dan bunga.

Sebelum ke makam leluhur, warga baik kaum lelaki hingga anak anak terlebih dulu melakukan arak arakkan berjalan kaki menuju makam setempat sambil diiringi gamelan dan tarian reog.

Sambil membawa aneka sesaji, seperti bunga serta kue,selanjutnya warga masuk ke area pemakaman. Sesaji kue dan bunga menggambarkan sedekah anak cucu kepada leluhurnya.

Dukun setempat terlebih dulu memberi ceramah agama yang isinya, warga Suku Tengger harus selalu ingat pada leluhurnya.

Uniknya, makam di desa tersebut tak hanya ditempati warga beragama hindu melainkan juga ditempati warga muslim. Warga Suku Tengger sangat menghormati agama satu dengan yang lain, namun hanya satu adat yaitu Suku Tengger.

Seperti acara ritual warga tengger lainnya, nyandran ini pun tak luput dari perhatian para wisatawan, baik lokal maupun wisatawan mancanegara.

Menurut Yulius Chirstian, Camat Sukapura, contoh kebhenikaan sesungguhnya ada di Lereng Gunung Bromo. Dimana Suku Tengger dengan bermacam agama bisa hidup rukun berdampingan dan tidak melupakan adat.

Tibalah acara ritual nyadran. Ratusan warga, satu-persatu menaruh aneka sejaji dan bunga pada setiap makam. Hasilnya setiap makam banyak terdapat sesaji dan bunga.

Setelah semua makam sudah di beri aneka sesaji dan bunga, dukun desa setempat kemudian membacakan doa-doa menggunakan bahasa Suku Tengger.

Nyadran atau memberi sedekah leluhur, merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Tujuan dari nyadran adalah menghormati arwah leluhur dengan cara memberi sedekah berupa sesaji dan bunga di makam leluhur.

Nyandran di ikuti 4 desa di Lereng Gunung Bromo, yakni Desa Ngadisari, Desa Ngadas, Desa Jetak, dan Desa Wonotoro. Selama nyadran, warga tidak banyak bicara satu dengan yang lain semua dipercayakan ke pemerintah setempat. (pul)

Berita Terkait

04-09-2017 | 19:33
Untuk Warga Tidak Mampu, Pemkot Beri Bantuan Makam Gratis
01-09-2017 | 00:18
Pemakaman Korban Diwarnai Isak Tangis
31-08-2017 | 11:50
Korban Dimakamkan, Pelaku Diduga Lebih Dari Satu Orang
24-08-2017 | 13:26
Hidup Pas-Pasan, Juru Kunci Makam Umum Mampu Berkurban Sapi

16-08-2017 | 23:44
Bulan Kemerdekaan, Wisata Makam Bung Karno Ramai Peziarah
14-07-2017 | 17:45
Bocah Hana Korban Laka Probolinggo Dimakamkan di Malang
05-07-2017 | 02:10
Korban Tewas Terseret Ombak, Dimakamkan
04-07-2017 | 14:17
Ali Korban Terseret Ombak Dimakamkan

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber