Berita Terbaru :
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Ular Piton Besar Tewas Terpanggang Kebakaran Hutan Jati
Pantura  Jum'at, 08-09-2017 | 22:16 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Meski sempat bertahan hidup selama dua jam, namun ular malang tersebut akhirnya tewas. Foto Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Seekor ular piton atau sowo kembang menjadi korban kebakaran hutan jati di Kabupaten Tuban. Hewan melata sepanjang empat meter itu terpanggang hidup-hidup saat bersembunyi di dalam semak-semak.

Kebakaran seperti ini hampir setiap hari melanda kawasan hutan jati wilayah Kesatuan Pemangku Hutan Tuban. Keringnya area hutan ditambah hembusan angin kencang selama musim kemarau, membuat api cepat berkobar.

Tak hanya mengancam kelangsungan hidup tanaman jati muda, kebakaran yang terjadi terus menerus juga merusak ekosistem dalam hutan. Terbukti, seekor ular piton atau sowo kembang ditemukan sekarat di area hutan Desa Minohorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Hewan melata sepanjang empat meter ini tergeletak dengan kondisi tubuh hangus terbakar. Diduga kuat ular berjenis kelamin betina ini terpanggang saat bersembunyi di dalam semak-semak. Namun kebakaran hutan yang terus meluas membakar tempat persembunyian sang ular.

Ketika ditemukan pertama kali, ular diketahui masih hidup. "Namun ular malang ini akhirnya tewas setelah dua jam sekarat," kata Sasmito penemu ular

Kemarau panjang menyebabkan banyak sumber mata air di kawasan hutan jati mati. Akibatnya area hutan menjadi kering, dan mudah terbakar. Minimnya peralatan memaksa petugas bersama warga harus memadamkan api menggunakan ranting pohon, agar api tidak meluas ke pemukiman penduduk. (pul)



Berita Terkait

Peringati Hari Ulang Tahun Ular, Hewan Yang Mulai Terhimpit Habitatnya

Gunakan Media Ular Tangga Raksasa Agar Anak Mudah Paham

Ular Piton Sepanjang 4,5 Meter Ditangkap Warga

Resahkan Warga, Seekor Ular Phyton Besar Berhasil Ditangkap
Berita Terpopuler
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Teknologi  4 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  10 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  8 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber