Berita Terbaru :
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Ojek Tangguh Wajib Bawa 2 Masker
DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro
Sidoarjo Kembali Berlakuan Jam Malam Untuk Tekan Tingginya Penyebaran Covid 19
Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Usai Tangani Pasien Covid 19, Puskesmas Ditutup
Jumlah Kasus Positif Korona Masih Tinggi, 3 Ruas Jalan Kembali Ditutup
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
   

Tak Sebut Rohingya, Ini Kata Suu Kyi Soal Krisis di Rakhine
Politik  Kamis, 07-09-2017 | 09:15 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Penasihat negara Myanmar Aung San Suu Kyi akhirnya bersuara soal konflik di Negara Bagian Rakhine. Tanpa sama sekali menyebut etnis Rohingya, Suu Kyi memastikan bahwa pemerintah berusaha melindungi semua orang di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikannya dalam perbincangan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Pembicaraan tersebut dirilis Kantor Penasihat Negara Myanmar melalui Facebook, Rabu (6/9).

"Kami sangat mengerti, lebih dari kebanyakan (bangsa), bagaimana rasanya hidup tanpa hak asasi manusia dan perlindungan demokratis. Karena itu, kami memastikan hak setiap orang di negara kami terlindungi, tak hanya hak politik, tapi juga sosial dan perlindungan kemanusiaan," ujar Suu Kyi.

Suu Kyi mengeluhkan banyaknya informasi yang salah mengenai situasi di Rakhine. Dia khawatir situasi tersebut berdampak buruk terhadap hubungan Myanmar dengan negara-negara sahabat.

Mengenai masalah misinformasi ini, Suu Kyi sempat menyinggung soal wakil perdana menteri Turki yang mengunggah banyak foto hoaks mengenai kondisi di Rakhine.

Menurut dia, hoaks semacam itu adalah bagian dari agenda besar kelompok teroris yang ingin menciptakan kekacauan.

"Turki yang berpengalaman menghadapi bahaya terorisme dan kelompok PKK (separatis Kurdi) pasti mengerti tantangan yang saat ini dihadapi Myanmar," tambah Suu Kyi.

Suu Kyi pun memastikan bahwa Myanmar berniat mengimplementasikan rekomendasi dari komisi yang dipimpin eks Sekjen PBB Kofi Anan secepatnya, dengan tetap memperhatikan kondisi di lapangan. Untuk melakukan itu, pemerintah akan membentuk sebuah komite.

Masih berdasarkan rilis Kantor Penasihat Negara Myanmar, Erdogan merespons positif penjelasan dari Suu Kyi tersebut. Dia memahami tantangan yang dihadapi Myanmar dan mengapresiasi niatan untuk tetap menjaga hubungan baik. (dil/jpnn/end)

Berita Terkait

Dagelan Repatriasi Rohingya, Gelombang Pertama Cuma 5 Orang

Berangkatkan Food Truk Untuk Layani Makanan Pengungsi Rohingya

Bantu Etnis Rohingya, Ratusan Siswa SD Tulis Surat Untuk Jokowi

Hari Ini 10 Ribu Ton Beras Diberangkatkan Untuk Pengungsi Rohingya
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  16 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  15 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  14 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber