Berita Terbaru :
Daging Ayam dan Sapi di Pacitan Sepi Pembeli
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Ditemukan Hewan Qurban Terinfeksi Cacing Hati di Polres Malang
Kesehatan  Jum'at, 01-09-2017 | 13:41 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Hari raya idul qurban di Mapolres Malang, hampir setiap tahunnya selalu adanya temuan cacing hati pada hewan qurban yang disembelih. Kali ini, dua hewan qurban sapi milik pejabat utama terindikasi cacing hati.

Untuk idul adha kali ini, Polres Malang berqurban sebanyak 7 ekor sapi berbagai jenis dan 15 ekor kambing, dan ada peningkatan dibanding tahun lalu yang hanya 5 ekor sapi saja yang disembelih.

Penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan usai shalat ied, langsung mengarah kepada pemotongan hewan qurban sapi milik Kapolres Malang, yang memiliki jenis sapi limousin dan kelihatan sehat.

Namun, kenyataannya, saat dokter hewan yang didatangkan meneliti isi hati sapi, ditemukan banyak terindikasi adanya cacing hati yang sudah dewasa maupun yang masih didalam telur.

Tentunya cacing hati yang menyerupai daun kecil dan pipih itu, sangatlah membahayakan kesehatan manusia yang mengkonsumsi, lantaran dipanaskan dengan suhu hingga 100 derajat, cacung tersebut tidak akan mati.

Cacing hati baru bisa dimusnahkan, setelah terkena panas dengan suhu 600 derajat. Guna menghindari kejadian pencurian hati sapi yang sudah dikubur oleh oknum tidak bertanggung jawab, pihak dokter hewan menyiramkan solar dan menyayat daging agar tidak bisa dikonsumsi.

Menurut dokter hewan dari Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan, Aris Wahyudi dari 7 ekor sapi hewan qurban, ditemukan dua ekor sapi yang terinfeksi cacing hati didalamnya. Permasalahannya, hewan saat hidup seharusnya mendapatkan obat cacing sebanyak 3 kali dalam satu bulan, dan hati yang terinfeksi tidak layak dikonsumsi dan harus dimusnahkan. (pul)


Berita Terkait

Idul Adha Menjadi Berkah Penyedia Jasa Giling Daging

Gunakan Daun dan Besek, DeDurian Park akan Ajak Masyarakat Menanam Bambu

Hewan Kurban Disembelih Harus Ramah Lingkungan

Ganti Kresek Dengan Daun Pepaya dan Besek Untuk Kurangi Sampah Plastik
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  8 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  3 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  6 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber