Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Teknologi 

Lee Kang Hyun, VP Samsung Electronic Indonesia.
Kemenperin Gandeng Samsung Untuk Aplikasi Teknologi Di SMK
Jum'at, 01-09-2017 | 08:13 wib
Oleh : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Kementrian Perindustrian meminta sejumlah industri untuk melakukan pendidikan vokasi industri. Ini untuk mensinergikan kurikulum SMK sesuai dengan kebutuhan industri sekarang.

Gati Wibawaningsih, Dirjen IKM Kementrian Perindustrian menyebutkan, sinkronisasi antara industri dan SMK sebagai penyuplai tenaga untuk industri amat kurang.

Hal ini lantaran sejumlah teknologi yang diaplikasikan di SMK tertinggal dua generasi di belakang teknologi industri. Akibatnya, sumber daya lulusan SMK jarang diperlukan oleh industri karena dinilai tidak sesuai kompetensi.

Untuk itu, Kemenperin menggagas pendidikan vokasi industri dimana industri diwajibkan memberikan kurikulum khusus yang diajarkan pada SMK yang dituju. Kemenperin meminta agar industri membantu melakukan revitalisasi SMK agar tenaga lulusan SMK juga banyak digunakan.

Kemenperin sendiri saat ini juga memberikan insentif bagi SMK untuk melakukan revitalisasi teknologi yang ada di sekolah untuk menunjang pendidikan. Ini diungkapkan Gati Wibawaningsih, Dirjen IKM Kemenperin.

Salah satu industri yang mengaplikasikan kurikulum teknologi adalah Samsung Electronic Indonesia. Samsung bahkan melakukan kerja sama dengan 20 SMK di Jatim dengan membangun Samsung Tech Institute yang nantinya akan memberikan pendidikan khusus teknologi sesuai dengan basic industri samsung.

Meski diakui Samsung, saat ini pihaknya belum mengambil lulusan SMK sebagai salah satu tenaga industri di dalam pabrik Samsung. Setidaknya, siswa SMK sudah memiliki kompetensi bidang teknologi sesuai kebutuhan industri, ungkap Lee Kang Hyun, VP Samsung Electronic Indonesia.

Sayangnya, Samsung enggan memberikan nilai investasi yang dikucurkan untuk membangun Samsung Tech. Meski begitu, dirinya menyebut perusahaan tidak mengajukan investasi itu untuk dapat memenuhi nilai tingkat kandungan dalam negeri, TKDN, yang belum mencapai 40 persen.(end)



Berita Terkait


Kemenperin Gandeng Samsung Untuk Aplikasi Teknologi Di SMK

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber