Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Kerapan Sapi Brujul, Pestanya Para Petani di Musim Tanam
Kamis, 31-08-2017 | 11:37 wib
Oleh : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Selama dua hari ini, petani di Kota Probolinggo, Jawa Timur, menggelar pesta syukuran jelang musim tanam tiba. Salah satunya dengan menggelar Kerapan Sapi Brujul atau kerapan sapi pembajak sawah.

Puluhan peserta dari berbagai kecamatan yang ada di Kota Probolinggo sangat antusias mengikuti kerapan sapi yang satu ini. Mereka mengikat sapi - sapi yang akan mengikuti lomba di sekitar area lomba di Desa Jrebeng Kidul, Kecamatan Kedopok.
 
Sapi - sapi ini, bukanlah sapi yang siap potong. Bukan pula sapi yang biasa dibuat balap. Sapi-sapi tersebut adalah sapi brujul, yakni sapi jantan kampung yang biasa dimanfaatkan untuk membajak sawah.
 
Selain dipijat pada beberapa bagian, seperti leher, serta kaki kakinya, sapi sapi ini sebelum bertanding diberi ramuan jamu khusus agar sapi tak mudak lelah. Meski kesehariannya digunakan untuk membajak sawah, sapi-sapi tersebut ternyata juga lihai mengikuti kerapan sapi brujul.
 
Lintasan atau sirkuitnya juga bukan lapangan, seperti kerapan sapi pada umumnya. Namun lintasannya adalah area persawahan yang dipenuhi lumpur, jaraknya sekitar 50 meter saja.
 
Pada hitungan 1, 2, 3 serta bendera hijau diangkat, dua pasang sapi yang dilengkapi keleles ini dilepas, siapa yang sampai duluan sampai ke garis finish maka dialah pemenangnya.
 
Uniknya, tidak sedikit para penghentak sapi-sapi tersebut adalah anak-anak kecil, tanpa rasa takut sedikitpun mereka berlari kencang agar sapi-sapi brujul trengginas menuju garis finish.

Salah satunya Andika, joki sapi brujul cilik, sejak umur 12 tahun dia sudah menjadi joki. Hingga saat ini dia sudah mengoleksi belasan piala dalam berbagai even, bahkan sampai ke luar kota.
 
Banyak kejadian lucu saat sapi sapi ini dipacu sang joki, mulai sapi keluar dari lintasan hingga joki terjatuh dan sapi lari tanpa kendali.
 
Menurut Misdar panitia lomba, balap sapi brujul ini sendiri diikuti sepasang sapi jantan, yang dilengkapi dengan kaleles dan seorang joki penghentak yang berdiri di atas kaleles. Bedanya dengan kerapan sapi, sapi yang digunakan bukanlah sapi terlatih yang biasa mengikuti lomba kerapan.
 
Petani berharap, pemerintah kota bisa mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar tradisi kerapan sapi brujul ini bisa digelar lebih hebat dari pada tahun tahun sebelumnya. (end)

Berita Terkait


Kerapan Sapi Brujul, Pestanya Para Petani di Musim Tanam


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber