Berita Terbaru :
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Warga Menikmati Kebersamaan dengan Kebhinekaan Melalui Lomba Permainan Tradisional
Agustusan  Minggu, 13-08-2017 | 19:11 wib
Reporter : Arip Purwanto
Surabaya pojokpitu.com, Memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 tahun, warga Manukan Kulon RW 6, Kecamatan Tandes, Surabaya, menggelar berbagai macam lomba permainan tradisional, seperti lomba klompen atau bakiak, enggrang, dan engkle.

Perlombaan permainan tradisional ini dilakukan untuk mengingat kembali tradisi permainan yang dimainkan orang-orang terdahulu. Pasalnya, permainan tradisional banyak mengandung filosofi, pembelajaran dan pendidikan.

Mahari, Ketua Rw 6, mengatakan, dengan permainan tradisional yang diikuti oleh 11 RT ini, diharapkan dapat mengajarkan anak-anak untuk bisa bersosialisasi dan bergaul dengan teman-teman sebayanya, tanpa memandang suku dan golongan, sekaligus untuk melestarikan kembali permainan yang menjadi salah satu kekayaan khasanah negeri ini, yang sudah hilang terkikis oleh budaya modern.

Sementara itu, Adi Muhammad Khairil Anwar merasa senang mengikuti lomba permainan tradisional yang tidak pernah dimainkanya dalam kesehariaan. Menurutnya, permainan tradisional banyak mengajarkan tentang kekompakan atau kebersamaan dan lebih seru. Adi mengaku, selama ini lebih sering permainan modern, dengan hp, game online dan sejenisnya.

Tak hanya diikuti oleh anak-anak, ibu- ibu dan bapak-bapak juga turut memeriahkan lomba.  Keseruan lomba terlihat ketika para peserta lomba jatuh bangun demi memenangkan sebuah permainan.(end)


Berita Terkait

Warga Menikmati Kebersamaan dengan Kebhinekaan Melalui Lomba Permainan Tradisional

Lestarikan Tradisi, Pemkot dan FORMI Gelar Lomba Permainan Tradisional
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  14 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  13 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  12 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber