Berita Terbaru :
Sidoarjo Kembali Berlakuan Jam Malam Untuk Tekan Tingginya Penyebaran Covid 19
Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Usai Tangani Pasien Covid 19, Puskesmas Ditutup
Jumlah Kasus Positif Korona Masih Tinggi, 3 Ruas Jalan Kembali Ditutup
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
Jelang Idul Adha Penjualan Daging Sapi Menurun
Hibur Anak-Anak, Polisi Berikan Edukasi Anak di Tempat Wisata
Antusias Petani Menanam Tembakau di Suasana Covid-19
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Malang Kota Malang
Bus dan Kru Harus Lakukan Protokol Kesehatan Ketat
Keramaian dan Kerumunan Massa Tetap Dilarang di Bangkalan
Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
   

Proyek Tol Manker Tambah Lahan 50 Hektar
Mataraman  Sabtu, 05-08-2017 | 14:38 wib
Reporter : Tova Pradana
Kebutuhan lahan untuk penunjang mega proyek tol Mantingan - Kertosono, di wilayah Kabupaten Madiun dipastikan bertambah. Penambahan lahan tanah tahap kedua ini difokuskan untuk kebutuhan fasiitas umum seperti rest area. Fly over, under pass dan fasilitas penunjang jalan tol lainnya.
Madiun pojokpitu.com, Pembangunan mega proyek tol Mantingan Kertosono kembali membutuhkan lahan tambahan seluas 50 hektar. Kebutuhan lahan tersebut guna kelengkapan fasilitas umum, dan kebutuhan fly over.

Penambahan lahan ini, setelah sebagian proyek fisik telah dikerjakan. Problem  tersebut muncul sangat mendesak.

Menurut Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Madiun, selaku Ketua Pembebasan Lahan Tol Dwi Budi Martono, luas tanah yang dibutuhkan untuk proyek tol tahap dua kurang lebih seluas 50 hektar. Tersebar di sejumlah titik di 11 desa. 

"Setelah dilakukan penetapan titik lahan, tanah tersebut mayoritas adalah tanah hutan dan sisanya tanah warga dan tanah milik pemerintah desa," kata Dwi Budi Martono

Untuk mencukupi kebutuhan lahan tersebut, BPN selaku Ketua Panitia Pembebasan Lahan Tol telah mengantongi dokumen perencanaan dari Kementerian PU. Serta penetapan titik lokasi dari Gubernur Jatim.

Dalam waktu dekat, BPN segera melakukan sosialisasi kepada warga terdampak, dan melakuan proses administrasi pembebasan lahan di tanah intansi lain yang ikut terdampak. (pul)




Berita Terkait

Tol Ngawi-Wilangan Diresmikan Presiden Jokowi Siang Ini

Tol Manker Siap Beroprasi, Namun Pembebasan Lahan Belum Kelar

Presiden Jokowi Minta Tarif Tol Angkutan Logistik Turun 30 Persen

Tol Siap Dioperasionalkan, Dampak Dumpil Exit Masih Perlu Diselesaikan
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  13 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  12 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber