Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Tradisi penjamasan sepasang arca Dewi Sri dan Joko Sedono, lambang kesuburan padi, diharapkan agar mata air di Telaga Buret terus mengalir di sawah sepanjang masa. Foto Danu
Tradisi Ulur-Ulur, Membersihkan Dewi Sri Demi Selamatkan Sumber Air Telaga Buret
Sabtu, 05-08-2017 | 05:23
Oleh : Agus Bondan,Muhammad Imron Danu
Tulungagung pojokpitu.com, Ada tradisi unik yang dilakukan ratusan warga Tulungagung, agar sawah yang ditanami tetap teraliri air di musim kemarau. Yaitu tradisi ulur-ulur di Telagaburet Desa Sawo Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.

Tradisi adat diawali dengan arak arakan ratusan warga empat desa  yakni Desa Sawo , Ngentrong , Gedangan , dan Desa Gamping , Kecamatan Campurdarat Kabupaten  Tulungagung. Mereka mengarak sepasang temanten cilik, dengan menggendong hasil panen padi di bungkus pada selembar kain putih yang dikawal para sesepuh desa, menuju Telaga Telaga Buret.
 
Warga yang berjalan sejauh 3 kilometer menuju Telaga Buret memakai busana Adat Jawa, serta membawa berbagai sesaji dari hasil bumi.

Sedangkan temanten cilik menggambarkan perwujudan Dewi Sri dan Joko Sedono, sebagai simbol kemakmuran kaum petani. Ritual ulur-ulur merupakan upacara adat yang diselenggarakan di Telaga Buret setiap tahun Bulan Selo. Rangkaian ritual ini salah satunya menjamas arca Dewi Sri dan Raden Sedono sebagai simbul kesejahteraan .

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo mengatakan, tradisi ulur-ulur untuk melestarikan budaya leluhur dan sebagai ungkapan rasa syukur kapada yang maha kuasa. Atas limpahan air telaga buret, sehingga sawah di 4 desa dapat teraliri air. Meski musim kemarau, sehingga para petani dapat hidup sejahtera .
 
Tradisi ulur-ulur yang di gelar setiap tahun sekali bulan Selo, ternyata juga mengundang perhatian ratusan wisatawan mancanegara untuk menyaksikan prosesi ritual.

Tradisi ulur-ulur diakhiri dengan ritual tabur bunga setaman di Telaga Buret, yang dibawa oleh sejumlah remaja putri. Ritual tabur bunga ini  dipercaya permohonan disampaikan petani kepada Dewi Sri dan Joko Sedono akan dikabulkan oleh penguasa alam. (pul)

Berita Terkait

20-08-2017 | 19:00
Tradisi Pencak Dor Peringati HUT Kemerdekaan
19-08-2017 | 13:08
Lomba Layang-Layang Tradisional Meriahkan HUT RI ke-72
18-08-2017 | 14:47
Peringati HUT RI, Polres Malang Gelar Lomba Tradisional
17-08-2017 | 08:14
Pedagang Pasar Lakukan Tradisi Cuci Bendera

13-08-2017 | 19:11
Warga Menikmati Kebersamaan dengan Kebhinekaan Melalui Lomba Permainan Tradisional
13-08-2017 | 14:52
Tradisi Ngater Kajien, Warga Gili Ketapang Antar CJH
06-08-2017 | 16:38
Melestarikan Permainan Tradisional Di Momen Perayaan Kemerdekaan
05-08-2017 | 13:31
Tradisi Sambut Kemerdekaan, Warga Gelar Syukuran

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber