Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Teknologi 

Garam Langka, Mahasiswa Ini Ciptakan Alat Pengolah Air Laut Menjadi Garam
Jum'at, 04-08-2017 | 18:14
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Kelangkaan garam yang terjadi akhir-akhir ini direspon kalangan akademisi. Seorang mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surabaya menciptakan alat inovasi mengolah air laut menjadi garam.

Alat pengolah air laut menjadi garam, karya M. Zainal Abidin telah diujicoba di halaman kampus. Sesuai dengan namanya Pelita, yang merupakan kepanjangan dari Pengolah Air Laut Tenaga Surya, alat ini dioperasikan dengan menggunakan tenaga surya.

Alat karya Zainal Abidin terdiri dari beberapa komponen, diantaranya papan panel surya, inverter untuk mengubah tegangan DC ke AC, Accu , tangki penampung air, tabung kaca penampung air tawar, dan air biasa sebagai pendingin.
 
Mahasiswa asal Bojonegoro ini menungkapkan ide membuat alat pengolah air laut menjadi garam setelah melihat kelangkaan garam akhir-akhir ini. Menurutnya kelangkaan garam ini terjadi lantaran petani garam gagal panen akibat cuaca tak menentu. "Untuk itulah, saya terpikir untuk membuat inovasi agar petani bisa mengolah air laut meski cuaca tidak menentu," kata Zainal.
 
Proses pengolahan air laut menjadi tawar dan garam ini diawali dengan meletakkan alat tersebut di ruang terbuka, agar terkena panas matahari. Tenaga matahari ini lalu diserap oleh panel surya kemudian energinya disimpan di Accu. Selanjutnya energi Accu ini difungsikan untuk menghidupkan inverter, untuk proses destilasi yakni memisahkan air laut menjadi garam dan air tawar.
 
Air laut yang dimasukkan ke dalam tangki penampungan yang terbuat dari stainless steel ini, dipanaskan dengan menggunakan energi tegangan AC selama satu jam. Setelah menguap, uapnya yang mengalir di pipa didinginkan mengunakan air biasa hingga menjadi air tawar yang menetes ke dalam tabung kaca. Sementara garam akan mengendap di dalam tangki penampungan.
 
Menurut Zainal, kuwalitas garam yang dihasilkan memang bersih dan halus, namun belum bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Untuk dapat dikonsumsi, garam tersebut harus diukur terlebih dahulu kadar Nacl. (pul)
 

Berita Terkait


Ini Kata Valentino Rossi Usai Jalani Operasi Kaki

Valentino Rossi Kecelakaan, Patah Tulang Kaki Kanan

Garam Langka, Mahasiswa Ini Ciptakan Alat Pengolah Air Laut Menjadi Garam

Horee..Dispendik Gratiskan Seragam


Erosi Sungai, Warga Kehilangan Lahan

Wabah Leptospirosis Kian Menjadi, 8 Orang Meninggal Dunia

Tiga Dari 7 Penderita Leptospirosis Meninggal Dunia

Belasan Rumah Rusak Terkena Erosi Sungai Kening
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Koneksi Gagal Mas query= insert into deteksi_terpopuler (urut,tgl,jam,key_urut_berita,judul_berita,ip,jumlah_baca,perangkat) values ('1067189','2017-11-19','00:24:44','50459','Garam Langka, Mahasiswa Ini Ciptakan Alat Pengolah Air Laut Menjadi Garam ','54.161.3.96','1','desktop')