Berita Terbaru :
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
   

Butuh 1 Bulan Untuk Ungkap Transaksi Ilegal Pupuk Bersubsidi
Mataraman  Rabu, 02-08-2017 | 11:31 wib
Reporter : M Ramzi
Kepala Unit 1 Reskrim Polres Magetan Ipda Henrico
Berita Video : Butuh 1 Bulan Untuk Ungkap Transaksi Ilegal Pupuk Bersubsidi
Magetan pojokpitu.com, Satresmob Polres Magetan berhasil mengamankan sebuah truk yang mengangkut pupuk bersubsidi dari tangan Maryono, warga Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Magetan.

Kepala Unit 1 Reskrim Polres Magetan Ipda Henrico menceritakan, sekitar 1 bulan lalu, pihaknya menerima laporan dari masyarakat tentang penjualan pupuk bersubsidi yang dikirim ke luar Magetan.

Polisi melakukan penyelidikan di lokasi. Beberapa hari kemudian, polisi sempat membuntuti sebuah truk yang diduga mengangkut pupuk bersubsidi. Namun, saat itu gagal. Hingga akhirnya berhasil ditangkap pada Selasa malam.

"Pengiriman pupuk bersubsidi ke luar daerah itu, sudah dilakukan berkali-kali, meskipun pengakuan Maryono mengatakan baru melakukan sekali saja," lanjut Ipda Henrico.

Hingga saat ini, polisi masih memeriksa intensif terduga Maryono. Polisi masih meneliti kemungkinan pria berumur 36 tahun itu memilik jaringan jual beli pupuk bersubsidi antar daerah.

Polisi juga memasang police line di truk pengangkut pupuk bersubsidi tersebut, sebagai barang bukti transaksi jual beli pupuk bersubsidi di luar ketentuan. (pul)

Berita Terkait

Stok Pupuk Urea Bersubsidi Terus Menipis, Petani Kesulitan Membeli Pupuk Urea

Pupuk Subsidi Langka di Tengah Pandemi Corona

Operasional IPLT Ngawi Tunggu Payung Hukum

Pemkab Ngawi Ajukan Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  15 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  14 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  13 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber