Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Life Style 

Banyuwangi Batik Festival, Pagelaran Fashion Sarat Etnik
Senin, 31-07-2017 | 09:10 wib
Oleh : Handoko Khusumo
Berita Video : Banyuwangi Batik Festival, Pagelaran Fashion Sarat Etnik
Banyuwangi pojokpitu.com, Ketuk lesung, sayup-sayup gending umbul-umbul Blambangan dan diorama sekumpulan nenek yang nginang ala Suku Osing menjadi penanda Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2017 di Taman Blambangan, Banyuwangi.

Kesan etnik makin menguat dengan iringan mocoan, tradisi masyarakat osing yang ritmis.

Nuansa etnik sebagai pembuka BBF, segera menyatu halus dengan balutan modernitas dengan tampilan para model. Ada 50 model yang menampilkan ratusan busana dari fashion desainer ternama yang dikolaborasikan dengan karya para pembatik lokal.
 
Menurut Bupati Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya, ada 15 desainer yang berkolaborasi dengan 15 pengrajin batik lokal. Ini upaya dari Pemkab Banyuwangi untuk mengedukasi pegiat batik di Banyuwangi untuk bisa berkiprah di tingkat nasional dan internasional.
 
Dengan batik motif kopi pecah yang menjadi tema BBF kali ini, mampu dikreasikan dengan memukau. Karya para pengrajin batik lokal menjadi semakin mempesona dengan sentuhan para perancang busana kenamaan dari Indonesia Fashion Chambers (IFC).
 
Para fashion desaigner diberikan tantangan untuk mengkreasikan karya batik pengrajin lokal dengan berbagai segmentasi mode.
 
Desain yang ditampilkan dalam BBF kali ini, semakin beragam. Mulai desain casual, retro, busana formal, gaun pesta hingga busana syari. Semuanya mampu dielaborasi dengan elegan.

Karya dari Allett yang berkolaborasi dengan Batik Sekar Kedaton Blambangan menghentak diawal dengan gaun-gaun yang menawan. Dominasi warna coklat membuat kesan glamour makin terasa. Hal senada juga ditampilkan oleh Priscilla Saputra yang merancang batik Osing ningrat.
 
Dominasi warna merah yang kalem membuat gaun-gaunnya terasa eksotis. Busana syari juga turut ambil bagian, batik kopi pecah mampu didesain dengan memikat dalam bentuk gaun panjang yang modern maupun tradisional.
 
BBF yang memasuki tahun kelima ini, memang terus dibenahi dari tahun ke tahun. Pihaknya terus berkomitmen untuk terus menyajikan tampilan yang semakin baik dari tahun ke tahun. Di tahun kelima ini, banyak belajar dari penyelenggaraan sebelum-sebelumnya.
 
Anas juga menjanjikan untuk BBF tahun depan akan semakin baik dan meriah. "Ada 40 motif batik khas Banyuwangi. Tentu ini potensi besar untuk ditampilkan lebih baik dan meriah lagi di tahun-tahun mendatang," tutur Anas. (end)

Berita Terkait


Begini Cara Siswa SLB dan Difabelitas Peringati Hari Batik

Peringati Hari Batik, Pelajar dan Pengunjung Mall Membatik Bersama

Pelayanan Rumah Sakit Tongas Mengenakan Busana Batik di Hari Batik Nasional

Batik Tulis Lamongan Mampu Tembus Pasar Internasional


Batik Tulis Lamongan Mampu Tembus Pasar Internasional

Ratusan Peserta Semarakkan Batik Malang Parade 2018

Kontemporer, Ini Dia Seni Kombinasi Batik Lukis dan Abstrak Berbahan Dasar Parafin

Dongkrak Minat Kaum Milenial Terhadap Batik
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber