Berita Terbaru :
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Mari Membaca Dunia di Hari buku
Opini  Kamis, 23-04-2015 | 09:01 wib
Reporter : Pulung Aji
pojokpitu.com, Adalah World Book Day yang dirancang oleh UNESCO, sebuah perayaan buku dan literasi yang diadakan setiap tahun di seluruh dunia. Termasuk Indonesia pertama kali melaksanakannya di tahun 2006 dengan prakarsa Forum Indonesia Membaca yang didukung oleh berbagai pihak, baik itu pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas dan masyarakat umum.

Pada awalnya, hari buku ini bagian dari perayaan Hari Saint George di wilayah Katalonia sejak abad pertengahan. Dimana saat itu ada kebiasaan para pria memberikan mawar kepada kekasihnya. Namun sejak tahun 1923 para pedagang buku memengaruhi tradisi ini untuk menghormati Miguel de Cervantes, seorang pengarang yang meninggal dunia pada 23 April. Yaitu member buku apapun kepada sang kekasih sebagai bentuk penghargaan hidup. Hingga itu sejak tahun 1925 para perempuan diberi sebuah buku sebagai pengganti mawar yang diterimanya. Pada masa itu lebih dari 400.000 buku terjual dan ditukarkan dengan 4 juta mawar.
 
Di tahun 1995, UNESCO di Paris memutuskan tanggal 23 April sebagai World Book Day berdasar keberadaan Festival Katalonia. Serta pada tanggal tersebut, Shakespeare, Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega dan Josep Pla meninggal dunia. Sedangkan Maurice Druon, Vladimir Nabokov, Manuel Meje Vallejo and Halldr Laxness dilahirkan. Perayaan ini merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang, penerbit, distributor, organisasi perbukuan serta komunitas-komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikan buku dan literasi, sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai-nilai sosial budaya kemanusiaan.
Secara umum, tujuan diselenggarakannya Hari Buku Sedunia ini sebagai menyemangati masyarakat. Terutama kalangan anak?anak untuk mengeksplorasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca. 

Acara-acara yang mengangkat dunia literasi sudah diselenggarakan di Indonesia, diantaranya ada Hari Buku Nasional, Hari Kunjungan Perpustakaan sampai pameran dan bazaar buku (book fair) di tingkat lokal maupun nasional. 

Namun di Jatim, merealisasikan World Book Day sebagai tradisi yang bijak dan cerdas masih banyak terkendala. Meskipun niat positif menjadikan tradisi festival yang tujuannya menjadikan buku dan literasi sebagai jendela dunia.  

Kendala budaya tutur atau lisan ke budaya tulis, masih perlu waktu untuk merubahnya. Kebiasaan warga lebih asyik mendengar cerita, informasi radio atau TV, menganggap kebutuhan primer. Sedangkan pengetahuan dari buku dan literasi dianggap kebutuhan tersier yang mahal. Kesungguhan beberapa pihak dengan memberdayakan budaya baca saja, masih sangat sulit dan butuh waktu. Dengan hasilnya, bahwa Tahun 2014, tercatat sebanyak 596.144 penduduk di Jawa Timur masih buta huruf alias tidak bisa membaca huruf dan angka. Di kota Surabaya saja, terdapat 21.813 orang yang buta huruf. Ironis yang mencengangkan di jaman global seperti saat ini.

Namun apapun terhadap kondisi itu, siapapun bisa berpartisipasi sebesar-besarnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya buku dan membaca. Serta mengapresiasi dunia perbukuan itu sendiri, baik itu terlibat sebagai pembicara, pengisi acara, peserta, maupun sebagai pengunjung. Tentu saja harus ada kiat khusus  untuk kegiatan selama penyelenggaraan World Book Day 2015, demi memunculkan wacana di akan pentingnya buku. Sehingga muncul kesadaran di masyarakat untuk menggunakan literasi sebagai media perubahan dalam kehidupannya. (pul)


Berita Terkait

Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan

Bupati Sumenep Susun Kitab Berjudul Fiqhul Kufid Tentang Pandemi Covid-19

Polisi Inisiatif Bagi Ratusan Buku Gratis Pada Anak

Komunitas Hujan Buku Hasilkan 450 Judul, Dibagikan Gratis
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  6 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  5 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  4 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  4 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber