Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Ajaib, Uang pecahan rupiah, Real, Dolar Singapura dan Euro berhasil dikeluarkan dari balik punggung. Foto Farid
Begini Aksi Penggandaan Uang Dimas Kanjeng di Depan Pengacara Sholeh
Kamis, 20-07-2017 | 14:43 wib
Oleh : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Disela-sela sidang pembunuhan Abdul Ghani, Muhamad Sholeh, pengacara terdakwa Taat Pribadi pamer video saat guru besar (Dimas Kanjeng) bisa menggandakan uang.

Dalam video itu, tampak Dimas Kanjeng mengenakan baju batik ditemani pengacaranya, Muhamad Sholeh. Sang Guru Besar sedang mempraktekkan atraksi penggandaan uang.

Seperti biasa, Taat Pribadi sambil berdiri. Kemudian, keluarlah uang dari balik punggungnya. Terlihat beberapa kali ia menggandakan lalu menghamburkan uang-uang tersebut ke lantai.

Ajaib, Uang pecahan rupiah, Real, Dolar Singapura dan Euro berhasil dikeluarkan. Terlihat, ada uang pecahan rupiah Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, sedangkan Dolar Singapura sebasar 1000 dolar, atau jika dirupiahkan menjadi Rp 9 juta.

Menurut Muhamad Sholah, jika ditotal uang hasil atraksi penggandaan uang itu sekitar Rp 50 juta dengan berbagai mata uang. Uang tersebut juga dipamerkan keasliannya kepada wartawan yang sedang menunggu sidang. Namun menanggapi video tersebut, Jaksa Penuntut Umum cuek tak menanggapinya. (pul)

Berita Terkait


Tipu Santrinya Rp 10 Miliar, Dimas Kanjeng Divonis Nihil

Sudah Divonis 21 Tahun, Dimas Kanjeng Dituntut Lagi 4 Tahun Bui

Dimas Kanjeng Akui Terima Uang Rp 13 Miliar

Hakim Minta Dimas Kanjeng Buktikan Bisa Gandakan Uang


Tenda Ratusan Santri Dimas Kanjeng Sangat Memprihatinkan

Istri Ismail Hidayah Ngamuk Usai Sidang Vonis Dimas Kanjeng

Ha Ha Ha, Santri Dimas Kanjeng Tiba-Tiba Pamer Duwit

Pengamanan Ekstra di Sidang Vonis Dimas Kanjeng

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber