Berita Terbaru :
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
Bawaslu Ajak Kedua Paslon Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan Saat Kampanye
Forkopimda Gelar FGD dan Deklarasi Pilkada Damai Serta Sehat
Satreskrim Polresta Banyuwangi Bekuk Dua Pelaku dan Empat Penadah Motor
Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Seluruh Paslon Deklarasi Pemilu Damai
1 Pedagang Terkonfirmasi Covid-19, Pasar Desa Mojorejo Ditutup
   

Pembunuhan Sopir Tak Pengaruhi Omset Taksi Blue Bird, Keluarga Korban Diberi Santunan
Peristiwa  Rabu, 22-04-2015 | 18:35 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
pojokpitu.com, Dua hari pasca terjadinya kasus pembunuhan yang menimpa sopir taksi, Mohammad Rusdi, di sekitar penjara kalisosok Senin malam, pihak pengelola taksi akhirnya angkat bicara. Dalam kesempatan itu, manajemen taksi menyebutkan tidak adanya pengaruh kasus pembunuhan sopir terhadap jalannya omset jasa harian taksi.

Pihak manajemen taksi blue bird menyebutkan, kasus pembunuhan yang terjadi pada salah satu sopir mereka merupakan tindakan di luar dugaan. Pasalnya, saat terjadi peristiwa, korban masih bekerja sesuai standar operational prosedur. 

"Terjadinya pembunuhan pada korban Rusdi membuat pihak blue bird lebih mengantisipasi agar tidak terjadi kembali. Salah satunya dengan lebih mengaktifkan early warning system, yang dapat digunakan untuk mengabarkan adanya tindakan kejahatan yang membahayakan sopir," kata Ateng Aryono, GM area Blue Bird.
 
Ia menjelaskan, pada saat kejadian (pembunuhan Rusdi, Red), early warning system tidak digunakan. Hal ini membuat menejemen untuk lebih memperhatikan hal ini.

Ateng menambahkan, kejadian pembunuhan korban Rusdi tidak berdampak signifikan terhadap kepercayaan pelanggan untuk menggunakan jasa taksi mereka. 

Dalam kesempatan yang sama, pihak manajemen taksi juga memberikan santunan kepada keluarga korban. Dengan menanggung biaya pendidikan kedua anak korban hingga lulus sekolah.(ern)


Berita Terkait

Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap

Pemilik Salon di Bangkalan Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi

Diduga Dukun Sihir, Warga Kepulauan Kangayan Dibunuh Diatas Kapal Motor

Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  7 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  4 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  13 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  19 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber