Berita Terbaru :
Seorang Bayi Ditemukan Tewas Dengan Kondisi Masih Terbungkus Ari-Ari
Satu Keluarga di Ponorogo Terpapar Covid 19
Tiga Reaktif dan Satu Positif Covid 19 Gedung Dewan Ditutup Total
86 Santri Gontor Kampus 2 Dinyatakan Sembuh dari Covid 19
Dua Ratusan ASN Terlambat Masuk Kerja, Diberi Sanksi Khusus Oleh Bupati
Sejumlah Peserta Test Protes Pelantikan Perangkat Desa
Pastikan Beras BPNT Layak Konsumsi Sebelum Didistribusikan
Tambahan 9, Total 120 Pasien Covid-19 Sembuh
Dijemput Mobil, Anak-Anak Belajar di Kantor Kecamatan
Ribuan Santri Dan Buruh Demo Tolak RUU HIP
Dilaporkan Warga, Polusi PT Berdikari Jaya Bersama (BJB) Ternyata Hasil 3 Laboratorium Masih Ambang Batas
Seribu Bendera Dikibarkan Serentak Warga Desa Mulyorejo
Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Petani pasuruan ini Sulap Kebunnya Jadi Wisata Petik Apel
   

Nekat Sebrangi Bengawan Solo, Pemancing Tenggelam Terseret Arus Sungai
Pantura  Selasa, 18-07-2017 | 14:15 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Puluhan petugas dikerahkan untuk mencari jasad Teguh (21), warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, yang diduga hanyut ke dalam Sungai Bengawan Solo.

Sedikitnya 40 petugas gabungan BPBD Tuban, bersama Basarnas, dibantu warga sekitar berupaya melakukan pencarian, sejak Selasa pagi.

Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai hingga radius 1 kilometer menggunakan perahu karet milik BPBD Tuban maupun perahu tradisional milik warga.

Selain menyisir sungai, petugas bersama warga juga memfokuskan pencarian pada titik yang tak jauh dari lokasi hilangnya korban. Upaya pencarian ini dilakukan dengan memasang pengait kayu, serta melakukan penyelaman ke dasar sungai.

Namun sayang, arus sungai yang kuat dengan kedalaman mencapai 7 meter. Membuat upaya pencarian, hingga kini belum membuah hasil.

Korban diketahui hilang sejak Senin sore. Saat itu, korban diketahui sedang memancing ikan di sebrang sungai. Setelahnya korban yang hendak dijemput mertuanya, Karjan menggunakan perahu, justru menolak.

Korban memilih nekat menyebrangi sungai dengan cara berenang, namun naas saat sampai di tengah sungai. Korban yang diduga kelelahan dan kehabisan tenaga, mendadak menghilang terseret arus sungai. Kejadian ini pun kemudian dilaporkan ke perangkat desa setempat, untuk selanjutnya dilakukan pencarian. Ini dikatakan Muhamad Sihabudin, Kepala Desa Kendalrejo.

Sementara hingga kini upaya pencarian masih terus berlangsung. Selain mengerahkan petugas gabungan BPBD Tuban dan Basarnas Provinsi Jawa Timur. Pencarian juga dibantu warga sekitar dengan memanfaatkan perahu tradisional.(end)

Berita Terkait

Nekat Sebrangi Bengawan Solo, Pemancing Tenggelam Terseret Arus Sungai

Astafirullah, Ulama Kyai Hamam Hadi Hilang Terseret Arus Sungai

Dua Mayat Korban Terseret Arus Sungai, Ditemukan
Berita Terpopuler
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Peristiwa  4 jam

Nadim Perbolehkan Dana BOS Untuk Beli Kuota Internet
Pendidikan  6 jam

Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Konsultasi Psikologi  3 jam

Dijemput Mobil, Anak-Anak Belajar di Kantor Kecamatan
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber