Berita Terbaru :
DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro
Sidoarjo Kembali Berlakuan Jam Malam Untuk Tekan Tingginya Penyebaran Covid 19
Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Usai Tangani Pasien Covid 19, Puskesmas Ditutup
Jumlah Kasus Positif Korona Masih Tinggi, 3 Ruas Jalan Kembali Ditutup
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
Jelang Idul Adha Penjualan Daging Sapi Menurun
Hibur Anak-Anak, Polisi Berikan Edukasi Anak di Tempat Wisata
Antusias Petani Menanam Tembakau di Suasana Covid-19
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Malang Kota Malang
Bus dan Kru Harus Lakukan Protokol Kesehatan Ketat
Keramaian dan Kerumunan Massa Tetap Dilarang di Bangkalan
Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
   

Bupati Banyuwangi Ajak Yenima Sarapan dan Nge-Vlog Bersama di Kantor
Pantura  Senin, 17-07-2017 | 20:43 wib
Reporter : Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta maaf kepada Yenima Swandina Alfa, siswi non muslim yang sempat terganjal dengan adanya aturan memakai jilbab di SMPN 3 Genteng.

Dalam vlog-nya , Bupati Anas kembali menegaskan, dirinya telah membatalkan aturan sekolah yang mengakibatkan penolakan calon siswa SMPN 3 Genteng ini.
 
Anas juga meminta tidak ada lagi aturan diskriminatif terhadap siapapun di Banyuwangi, meski ada perbedaan suku, agama dan keyakinan.
 
Anas juga menginstruksikan, tak ada lagi sekolah yang menerapkan aturan yang berpotensi mendiskriminasi siswa berdasarkan latar belakang agama, suku, dan ras.

Pagi kemarin, Bupati Anas mengundang siswi Yenima untuk sarapan pecel rawon bersama, didampingi orang tuanya, Timotius. Dalam kesempatan itu, Bupati Anas menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah daerah, karena bagaimana pun SMPN adalah lembaga di bawah pemerintah daerah.

Anas mengatakan, "Permasalahan ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh aparatur sipil negara. Tidak hanya yang terkait bidang pendidikan, namun juga semua bidang."

Berjilbab untuk pelajar muslim tentu tidak masalah, namun tidak boleh dipaksakan kepada pelajar yang beragama, selain Islam. Aturan sekolah tidak boleh mendiskriminasi dan harus memberi ruang yang sama, tanpa memandang perbedaan SARA.
 
Sebelumnya, terjadi penolakan terhadap salah satu calon siswi di SMPN 3 Genteng. Penolakan diketahui ketika orang tua calon siswa saat pendaftaran ulang. Saat pengambilan kain seragam, Yenima disodori kain untuk seragam berjilbab. Tentu hal tersebut ditolak.
 
Orang tua Yenima kemudian melaporkan permasalahan tersebut ke Dinas Pendidikan. Tak hanya permasalahan jilbab, pihak sekolah juga menginformasikan kepada Yenima , bila ingin sekolah di SMPN 3 Genteng harus mengikuti pelajaran Islam.(end)




Berita Terkait

Bupati Banyuwangi Ajak Yenima Sarapan dan Nge-Vlog Bersama di Kantor
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  13 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  12 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber