Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Citizen Journalism 

Lima Mahasiswi Unair Blusukan Kampung Ajari Ibu PKK Berbisnis Online
Jum'at, 14-07-2017 | 14:44
Oleh : Fakhrurrozi
Banyuwangi pojokpitu.com, Era perdagangan bebas Asia - China 2020 mendatang, mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) blusukan ke kampung Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Banyuwangi.

Mereka adalah Hanna Lintang Utaminingrum, Iis Ananda Pratiwi, Sischa Dwiyanto, Diana Andansari dan Ramzi Kharisanto. Mereka mendatangi kelurahan Karangrejo dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa, untuk memberikan wawasan soft skill kepada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK tentang teknologi internet dan pengaplikasiannya dalam berwirausaha. 

Menurut Hanna Lintang Utaminingrum, yang merupakan ketua tim PKM Unair mengatakan, timnya memilih kelurahan Karangrejo, karena di kawasan ini banyak ibu-ibu PKK yang membuat usaha kecil menengah (UKM). Namun, sayangnya UKM di kelurahan Karangrejo ini tak bisa berkembang lantaran masyakatnya yang berjualan secara manual.

"Mereka berjualan hasil usahanya melalui pertemuan-pertemuan desa, pertemuan PKK dan pasar rakyat. Mereka masih belum paham teknologi internet. Padahal saat ini sudah eranya teknologi, dan menjelang perdagangan bebas Asia China di tahun 2020," kata mahasiswi asal Sidoarjo ini. 

Namun, tak mudah bagi tim Unair untuk menyadarkan warga Kelurahan Karangrejo akan pentingnya bisnis online. Pasalnya, hampir seluruh ibu-ibu di kawasan pesisir pantai ini masih memiliki pemikiran bahwa usaha secara manual lebih baik daripada online. 

"Pernah kita mengundang 30 ibu-ibu PKK, namun yang datang hanya 7 orang. Berikutnya bertambah menjadi 13 orang. Tapi jumlah itu tak pernah bertambah lagi, ya 13 orang terus," kata Hanna. 

Meski hanya diikuti 13 orang, namun tim PKM Unair ini tidak berputus asa. Dengan telaten lima mahasiswa ini memberi pengetahuan tentang berbisnis online. Mulai dari cara membuat email, membuat instagram, hingga berjualan melalui Tokopedia.

"Awalnya kita kesulitan, karena ibu-ibu ini belum pernah mengerti betul tentang teknologi. Namun kita tak menyerah karena kita ingin masyarakat Karangrejo ini bisa bersaing dalam perdagangan bebas," timpal Sischa. 

Usaha tim PKM Unair ini akhirnya membuahkan hasil setelah dua minggu lamanya memberikan pelatihan kepada masyarakat Karangrejo. Bahkan saat ini, ibu-ibu PKK sudah bisa membuat Instagram dan menjual hasil karyanya melalui Instagram dan web Online. 

"Meski kita berhasil memberikan pelatihan internet ke ibu-ibu disini. Tapi kita akan terus melakukan pengawasan agar pelatihan ini bisa berkembang. Kita berharap jumlah ibu-ibu terus bertambah, agar mereka tidak sampai usahanya mati akibat kalah bersaing di era perdagangan Asia China 2020 mendatang," harap Hanna. (pul)

Berita Terkait


Sidang Polisi Penembak Mahasiswa Jember Ricuh

Demo Tuntut Evaluasi OPD, Mahasiswa Terlibat Saling Dorong

Aksi GMNI , Lawan Kapitalisme Dengan Gotong Royong Kerakyatan

Mahasiswa Desak DPRD Proaktif , Terkait Kasus PT WUS


Capai Peringkat 500 Dunia, Unair Wadahi Kreatifitas Mahasiswa S2

Mahasiswa Uniska Kediri Demo Tuntut Transparansi Anggaran

Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Demo Tolak Pembangunan Pendopo Ijen

Pengemudi Outlander Penabrak Tiga Motor Ternyata Mahasiswa Papua
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber