Berita Terbaru :
Diduga Bunuh Diri, Artis Cantik Ditemukan Meninggal Dunia
Standar Ganda Pemkot Surabaya: IBL Ditolak, Turnamen Armuji Diberi Izin
   

Kenalkan Budaya Pada Mahasiswa Asing Lewat Tari Topeng Patih
Rehat  Jum'at, 14-07-2017 | 14:04 wib
Reporter : Selvy Wang
Sejumlah mahasiswa asing asal Australia, belajar tari topeng di Universitas Surabaya. Selain memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, pertukaran budaya ini juga untuk mempromosikan kesenian tari topeng patih. Foto Wang
Surabaya pojokpitu.com, Berdandan ala penari profesional, 8 mahasiswa Quennsland University Of Technology Australia, Kamis siang kemarin mengikuti belajar dan kursus singkat tari topeng patih di Universitas Surabaya.

Dalam kegiatan ini, mereka dilatih Dian Nova Saputra, yang merupakan seorang penari, sekaligus koreografer tari tradisional. Salah satu mahasiswa Australia, Marah Perkins, mengaku antusias dan tertarik belajar budaya Indonesia.

Meski kesulitan dengan busana yang dikenakan, mereka mampu mempelajari gerakan-gerakan tari yang diajarkan. Nantinya, kami juga akan memperkenalkan sekaligus mempromosikan tari topeng patih ini, saat kembali ke Australia.

"Saya rasa sangat sulit untuk belajar tarian ini, harus menjaga keseimbangan dan otot harus bekerja. Ini adalah pengalaman menyenangkan , dan saya suka dengan kostum tari ini karena sangat  bagus,"kata Marah Perkins

Selain fokus pada pembelajaran The Essential Of Indonesian Property Market, 8 mahasiswa Australia ini sengaja diperkenalkan dengan seni tari topeng patih asal Kota Malang. Karena tari ini merupakan kesenian khas Indonesia, yang dikenal masyarakat sebagai tari pembuka, serta memiliki filosofi sebagai tari penyambutan.

Menurut Adi Tedjakusuma , Manajer Kerja Sama Kelembagaan Luar Negeri Ubaya, kegiatan ini sebagai rangkaian summer program di kampus Ubaya, mulai 30 Juni hingga 16 Juli 2017. Kegiatan yang disebut Learning Indonesia Dance ini, dianggap menjadi bagian paling penting dalam rangkaian acara summer program, karena bertujuan memperkenalkan kekayaan bangsa dan mengenalkan budaya asli Indonesia. (pul)


Berita Terkait

Penobatan Dewan Adat Majapahit Disambut Dengan Kirab Budaya dan Arak Arakan Tumpeng

Jaga Kebudayaan Jawa, Seninan Ponorogo Latih Karawitan Generasi Muda

Lestarikan Cagar Budaya Pemuda Bersih-bersih Candi

Bupati Dukung Usulan Bangunan Bersejarah Masuk Cagar Budaya
Berita Terpopuler
Standar Ganda Pemkot Surabaya: IBL Ditolak, Turnamen Armuji Diberi Izin
Sepak Bola  2 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber