Berita Terbaru :
   

Selamatkan Bumi Dan Lingkungan Demi Kita Sendiri
Opini  Rabu, 22-04-2015 | 13:16 wib
Reporter : Pulung Aji
Surabaya pojokpitu.com,

Kerusakan lingkungan semakin hari semakin bertambah kompleks sehingga kita pun merasakan bumi semakin panas. Ini disebabkan berkurangnya ruang yang ditumbuhi oleh pepohonan. Kerusakan ini disebabkan oleh penambangan, perkebunan dan aktivitas penduduk. Kerusakan alam di provinsi jawa Timur misalnya, banyak disebabkan oleh kegiatan pertambangan Galian C. Kegiatan pertambangan dapat berdampak pada perubahan atau rusaknya ekosistem. Ekosistem yang rusak diartikan sebagai suatu ekosistem yang tidak dapat lagi menjalankan fungsinya secara optimal, seperti perlindungan tanah, tata air, pengatur cuaca, dan fungsi-fungsi lainnya dalam mengatur perlindungan alam lingkungan.

Kegiatan penambangan galian C di bantaran sungai brantas menyebabkan timbulnya lobang-lobang besar di tengah sungai. Lobang-lobang ini bisa membuat infrastruktur seperti plengsengan dan jembatan ambrol. Bahkan sistim irigasi rusak sehingga produktifitas pertanian terganggu. Kerusakan ini tidak hanya terjadi di darat tetapi juga di laut. Aktivitas membuangs sampah dan limbah pabrik cair di sungai telah membuat timbunan sampah di muara sungai. Tingginya racun mercury di muara sungai menyebabkan banyak ikan dan tumbuhan mangrove mati. jika dikonsumsi, dikawatirkan bisa merusak organ tubuh manusia secara berlahan.

Degradasi pada lahan bekas tambang galian C meliputi perubahan sifat fisik dan kimia tanah, penurunan drastis jumlah spesies baik flora, fauna serta mikroorganisme tanah. Dengan kata lain, lahan yang terdegradasi memiliki tingkat kesuburan yang rendah dan struktur tanah yang kurang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Jika bumi tetap dibiarkan seperti saat ini maka bukan tidak mungkin bencana akan melanda jawa Timur. Dengan semakin langkanya tumbuhan maka cadangan air juga berkurang. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk menjaga bumi ini agar kehidupan tetap berlangsung dengan baik. Serta melaksanakan pepatah "Muda menanam, tua menuai", untuk membuat bumi tersenyum pada kita.(pul)



Berita Terkait

Masya Allah, Karangan Bunga Daeng Beta Seratusan. Iki Tanda Khofifah Wong Gedhe

Bertanam Durian di Desa Terpencil Lereng Gunung Wilis

Kekuasaan Vs Kebenaran atas Gunungsari dan Dinoyo

THE BEAUTY AND THE BEAST dalam Peringatan 17 Agustus 2018 di Kota Pahlawan Surabaya
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber